Berita
Ini Bahayanya Unggah Data KTP-El di Medsos,
Pemerintah pastikan data pribadi di Dukcapil tidak bocor.
AKTUALITAS.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau masyarakat jangan mudah mengunggah data kependudukan, seperti KTP elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA) ke media sosial.
Sebab data itu akan muncul dalam mesin pencari Google, sehingga mudah disalahgunakan bahkan diperjualbelikan.
“Banyaknya gambar KTP-el dan KK yang tersebar di Google juga menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dalam siaran pers, .
Pernyataan Zudan menanggapi praktik jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK), KTP-el dan KK oleh sebuah grup tertutup Dream Market Official yang viral hari-hari ini. Selama ini, kata Zudan, banyak sekali data dan gambar KTP-el serta KK berseliweran di Medsos dan laman pencarian Google.
Ia mencontohkan dengan mengetik ketik ‘KTP elektronik’ di Google, dalam sekedipan mata (0,46 detik) muncul 8.750.000 data dan gambar KTP elektronik yang gambarnya tidak diblur. Data itu terpampang atau terbaca dengan jelas. Begitu juga ketika ketik clue ‘Kartu Keluarga’ di google, maka dalam waktu 0,56 detik muncul tak kurang 38.700.000 hasil data dan gambar KK.
Bahkan, lanjut Zudan, masyarakat pun dengan enteng menyerahkan copy KTP-el, KK untuk suatu keperluan, seperti mengurus SIM dan lainnya melalui biro jasa.
“Data KTP-el dan Nomor HP kita itu sudah kita sebarluaskan sendiri saat masuk hotel, perkantoran, dan lain-lain. Tak ada jaminan data tadi aman tidak dibagikan ke pihak lain sehingga muncul banyak penipuan,” sebut Zudan.
Begitu juga ketika mengisi ulang pulsa di konter atau warung kerap diminta menulis sendiri nomor HP di sebuah buku. Data Nomor HP di buku tadi ternyata laku dijual dan ada pembelinya.
“Jadi saya pastikan data kependudukan yang dijualbelikan itu bukan berasal dari Dukcapil. Saya juga ingin memastikan bahwa data NIK serta KK tersimpan aman di data base Dukcapil dan tidak bocor seperti dugaan masyarakat,” tutur Zudan.
Diketahui, sistem pengamanan data center Dukcapil dibuat berlapis, harus melalui tiga kali tahapan pindai sidik jari buat yang mau masuk ke data center. Dukcapil juga menggunakan jalur VPN saat berhubungan dengan operator.
“Jadi kalau bocor dari dalam sangat kecil kemungkinannya. Yang paling memungkinkan adalah penyalahgunaan data yang beredar luas di Google tadi dan dikumpulkan serta diolah oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan,” ujarnya.
-
JABODETABEK13/01/2026 22:00 WIBAntisipasi Banjir, DKI Lakukan Modifikasi Cuaca
-
JABODETABEK14/01/2026 08:30 WIBUpdate TMA Jakarta Rabu 14 Januari 2026, Sejumlah Pintu Air Berstatus Siaga
-
DUNIA14/01/2026 08:00 WIBKanselir Jerman: Rezim Iran Berada di Ambang Kehancuran
-
JABODETABEK14/01/2026 05:30 WIBSiapkan Payung! Seluruh Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Rabu 14 Januari 2026
-
EKBIS14/01/2026 09:30 WIBRekor Baru! IHSG 14 Januari 2026 Dibuka Menguat ke Level 9.007
-
EKBIS14/01/2026 12:37 WIBAC Mobil Juga Perlu Servis Berkala, Bengkel Wijaya AC Mobil Edukasi Warga Cibubur hingga Depok
-
JABODETABEK14/01/2026 12:30 WIBTerekam CCTV, 2 Bocah Pelaku Begal Payudara di Kembangan Jakbar Diringkus Polisi
-
RIAU13/01/2026 22:30 WIBPolres Kampar Tingkatkan Kompetensi Personel Terkait Layanan Contact Center 110 Polri

















