Berita
Dewas KPK Banyak Bicara Seperti Jubir
AKTUALITAS.ID – Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta Presiden Joko Widodo untuk mengingatkan Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris agar tak banyak bicara ke publik seperti jubir KPK. Hal ini diungkapkan Ferdinand usai Syamsuddin memberikan keterangan ke media massa bahwa penyidik belum mengantongi izin penggeledahan terkait operasi tangkap tangan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Hal inilah […]
AKTUALITAS.ID – Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta Presiden Joko Widodo untuk mengingatkan Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris agar tak banyak bicara ke publik seperti jubir KPK.
Hal ini diungkapkan Ferdinand usai Syamsuddin memberikan keterangan ke media massa bahwa penyidik belum mengantongi izin penggeledahan terkait operasi tangkap tangan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Hal inilah yang kemudian membuat penyidik KPK batal menggeledah Kantor DPP PDI-Perjuangan terkait dengan OTT Wahyu.
“Yth Pak @jokowi Dewas @KPK_RI satu ini @sy_haris hrs diingatkan. Dewas tdk boleh BANYAK MULUT dan tdk boleh banyak komentar sprt Jubir KPK,” cuit akun Twitter @FerdinandHaean2, dikutip Jumat (10/1/2020).
Ferdinand menekankan, semestinya kalau ada Komisioner KPK yang salah maka Dewas harus menegur secara internal bukan berkoar-koar di media.
“Operasi KPK ada ditangan Komisioner bkn ditangan Dewas. Jika ada yg salah, mk Dewas tegur Komisoner bkn koar2,” tulis Ferdinand.
-
NUSANTARA22/06/2026 04:30 WIBDiancam TPP Seret Guru dan Siswa Dipaksa Dukung MBG
-
POLITIK21/06/2026 21:30 WIBNur Alam Masuk PSI, KPK Dorong Partai Politik Terapkan Due Diligence
-
RAGAM21/06/2026 23:00 WIBSering Ngantuk Setelah Makan Siang? Ahli Gizi Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
OLAHRAGA21/06/2026 22:00 WIBKetua FPTI Sebut Pentingnya Pelatnas Jangka Panjang
-
NASIONAL22/06/2026 09:00 WIBSaid Desak Pemerintah Ringankan Cukai Rokok Kecil
-
OASE22/06/2026 05:00 WIBSurat At Taubah Dari Azab ke Rahmat Allah SWT
-
NASIONAL22/06/2026 10:00 WIBDPR Setuju Motor Listrik BGN Dihibahkan ke Guru Honorer
-
DUNIA22/06/2026 09:45 WIBAncaman Trump Picu Iran Walk Out

















