Berita
Pemberantasan Korupsi, MPR dan KPK Sepakat Tak Buat Kegaduhan
AKTUALITAS.ID – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo, bersama para pimpinan MPR berdiskusi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama tiga jam. Mereka sepakat pemberantasan korupsi tak menimbulkan kegaduhan. “Beliau (Ketua KPK Firli Bahuri) tadi menyampaikan kepada kami semua di sini, dalam kesimpulan, dalam tiga jam pertemuan tadi, KPK telah menetapkan bahwa pemberantasan korupsi […]
AKTUALITAS.ID – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo, bersama para pimpinan MPR berdiskusi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama tiga jam. Mereka sepakat pemberantasan korupsi tak menimbulkan kegaduhan.
“Beliau (Ketua KPK Firli Bahuri) tadi menyampaikan kepada kami semua di sini, dalam kesimpulan, dalam tiga jam pertemuan tadi, KPK telah menetapkan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh menimbulkan kegaduhan dan ketakutan. Harus berlandaskan kepada UU dan aturan yang berlaku,” kata Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/1/2020).
Ia menjelaskan, penyelamatan keuangan negara menjadi esensi pemberantasan korupsi. Jadi, KPK tidak akan mengejar orang, tapi penyelamatan dan pengembalian kerugian negara.
“Bahwa ada yang berbuat, itu yang harus dihukum. Tapi intinya bukan mengejar orang, tapi mengejar pengembalian uang negara,” ujar Bamsoet.
Bamsoet menegaskan, pemberantasan korupsi bukan diukur pada berapa banyak yang ditangkap. Tapi berapa besar keuangan negara bisa diselamatkan.
Menurutnya, pemberantasan korupsi juga tidak boleh menakut-nakuti atau mengganggu iklim investasi yang telah susah payah dibangun pemerintah.
“Akar korupsi sebetulnya ada pada biaya politik yang tinggi. Sehingga perlu dicari jalan bagaimana akar persoalan korupsi yang selama ini timbul akibat biaya politik yang tinggi, dipikirkan dan dicari jalan keluarnya,” tutur Bamsoet.
Mereka juga membicarakan soal perlunya evaluasi dan regulasi. Sebab, karena regulasi, KPK justru sering kali sulit untuk melakukan perbaikan-perbaikan.
“Masalah perizinan yang kerap melahirkan praktik suap juga tadi kami bahas. Dan pemberantasan korupsi, penekanan yang dilakukan KPK ke depan, karena kita juga memiliki tanggung jawab yang sama, tidak boleh mengganggu perekonomian nasional,” kata Bamsoet.
Terkait hal ini, Ketua KPK, Firli Bahuri memastikan KPK akan tetap melakukan pemberantasan korupsi.
“Kami sepakat, kami memiliki tekad bahwa pemberantasan korupsi dilakukan dengan cara pencegahan dan penindakan,” kata Firli di kompleks parlemen, Senayan.
Jenderal polisi ini memastikan, KPK tidak akan berhenti melakukan berbagai upaya pencegahan agar korupsi tidak terjadi.
“Kami juga tidak akan pernah berhenti untuk melakukan penindakan korupsi, melalui tugas pokok di pasal 6 huruf E yaitu melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap perkara korupsi,” ujarnya.
Ia menyebutkan tiga syarat untuk mewujudkan Indonesia maju. Di antaranya situasi politik kondusif. “Tidak ada kegaduhan politik,” kata Firli pada kesempatan yang sama.
Syarat kedua, ia menyebutkan, Indonesia bisa maju bila situasi keamanan dinamis. Lalu, tidak terjadi kompleksitas sosial, gangguan teror, dan lainnya.
“Ketiga, penegakan hukum yang bisa memberikan rasa keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Inilah cita-cita pendiri bangsa yang harus kita tindak lanjuti dan semua anak bangsa tentu harus mengambil peran,” kata Firli.
-
NASIONAL16/10/2026 11:00 WIBPengamat SDI: Karhutla Membakar Masa Depan Anak
-
POLITIK16/10/2026 06:00 WIBRay Rangkuti: Prabowo Jangan Diam Soal Gibran
-
NUSANTARA16/10/2026 08:30 WIBBMKG Bunyikan Alarm ‘AWAS’ Kekeringan di 22 Provinsi
-
EKBIS16/10/2026 09:30 WIBIHSG AMBRUK 11%
-
JABODETABEK16/10/2026 05:30 WIBBMKG: Waspada Gerah Ekstrem Jumat
-
DUNIA16/10/2026 15:00 WIBAsap Karhutla Mengerikan! Langit Indonesia Jadi Sorotan Dunia
-
NASIONAL16/10/2026 10:00 WIBRUU Perampasan Aset Bidik Kripto dan Saham
-
JABODETABEK16/10/2026 17:30 WIBBMKG: Jakarta Mulai Terpapar Asap Karhutla Kalimantan

















