Berita
Soal Kelompok ‘Oposisi’ Pemerintah, PPP: Tak Perlu Merasa Kebakaran Jenggot
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Arwani Thomafi menilai lahirnya kelompok kritis atau ‘oposisi’ terhadap pemerintah merupakan hal positif. Arwani menyebut, selama kelompok oposisi itu tetap dalam jalur hukum yang benar, tak perlu ada yang merasa khawatir, bahkan ketakutan. “Lahirnya kelompok kritis terhadap pemerintah dalam konteks negara demokrasi merupakan vitamin positif bagi jalannya pemerintahan. […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Arwani Thomafi menilai lahirnya kelompok kritis atau ‘oposisi’ terhadap pemerintah merupakan hal positif. Arwani menyebut, selama kelompok oposisi itu tetap dalam jalur hukum yang benar, tak perlu ada yang merasa khawatir, bahkan ketakutan.
“Lahirnya kelompok kritis terhadap pemerintah dalam konteks negara demokrasi merupakan vitamin positif bagi jalannya pemerintahan. Jika sikap dan pandangan kelompok kritis tersebut tetap dalam koridor hukum, tidak perlu ada yang merasa kebakaran jenggot atau bahkan ketakutan,” kata Arwani kepada wartawan, Kamis (20/8/2020).
Arwani mengatakan setiap warga negara berhak menentukan sikap politiknya masing-masih. Karena itu, dia meminta semua pihak saling menghormati sikap politik yang diambil oleh individu atau kelompok tertentu.
“Kita harus menghormati pilihan sikap politik warga negara, apakah ikut berada di dalam pemerintahan atau memilih di luar pemerintahan dengan sikap kritis,” ucap Arwani.
Menurut Arwani, baik yang berada di dalam pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan terlindungi oleh konstitusi. Dia menyebut Presiden Joko Widodo sudah secara tegas menyampaikan bahwa pemerintah tak boleh alergi terhadap kritik.
“Prinsipnya, kan baik yang di luar maupun di dalam pemerintahan, kedua-duanya dilindungi oleh konstitusi,” katanya.
“Pak Jokowi sendiri sangat tidak antikritik dan secara tegas pernah menyampaikan dalam sidang tahunan MPR bahwa kita tidak boleh alergi terhadap kritik. Bagaimanapun kerasnya kritik itu harus diterima sebagai wujud kepedulian agar kita bekerja lebih keras lagi memenuhi harapan rakyat,” sambungnya.
Seperti diketahui, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah melakukan deklarasi. Kehadiran KAMI pun membuat daftar oposisi pemerintah semakin panjang.
Mereka yang berseberangan dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mulai organisasi kemasyarakatan hingga partai politik. Dari KAMI hingga PKS.
-
DUNIA02/05/2026 12:00 WIBSenator AS Ungkap Trump Rancang Serangan ke Iran
-
RIAU02/05/2026 16:00 WIBSindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 16:30 WIBYan Mandenas dan Kapolda PPT Pantau Pendistribusian dan Cek Kesiapan Stok Beras di Bulog KC Timika
-
EKBIS02/05/2026 17:30 WIBBeri Dampak Sosial-Ekonomi, Danantara Evaluasi Beragam Peluang
-
NASIONAL02/05/2026 06:00 WIBDPR: Negara Tak Berhak Tentukan Aktivis HAM
-
POLITIK02/05/2026 10:00 WIBPKS: Usulan Yusril Soal Threshold Masuk Akal
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 23:00 WIBAntusiasme Tinggi Warnai Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa Bersama Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika
-
NASIONAL02/05/2026 18:00 WIBKPAI Minta Proses Hukum Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Ciawi

















