Berita
Arya Sinulingga Sebut Suntikan Rp 22 T untuk Selamatkan Jiwasraya, Bukan Bail Out
AKTUALITAS.ID – Pemerintah akan memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) senilai Rp 22 triliun. Suntikan modal ini akan digunakan untuk mendirikan anak usaha IFG Life dengan tujuan untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, suntikan modal ini bukanlah bail out. Namun, konsep yang […]
AKTUALITAS.ID – Pemerintah akan memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) senilai Rp 22 triliun. Suntikan modal ini akan digunakan untuk mendirikan anak usaha IFG Life dengan tujuan untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, suntikan modal ini bukanlah bail out. Namun, konsep yang digunakan ialah bail in.
“Jadi bukan bail out, boil out terhadap perusahaan swasta. Ini bail in yaitu melakukan penanggulangan masalah, memasukkan modal atau juga menutupi kerugian akibat di BUMN sendiri yang dimiliki 100% oleh pemerintah. Ini adalah mekanismenya adalah mekanisme bail in bukan bail out,” kata Arya dalam teleconference, Minggu (4/10/2020).
Adapun PMN Rp 22 triliun dibagi dua tahap yakni Rp 12 triliun untuk 2021 dan Rp 10 triliun untuk tahun 2022. Dia bilang, adanya suntikan modal ini memberikan kepastian pada pemegang polis.
“Nah kedua adalah kita harapkan cara dengan penyelamatan seperti ini maka pertama bahwa kita memberikan kepastian pemenuhan kewajiban Jiwasraya bagi pemegang polis sejak 2018 yang sudah tidak mendapat haknya sejak 2018,” ujarnya.
Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea mengatakan, anak usaha BPUI yakni IFG Life akan menampung polis Jiwasraya hasil restrukturisasi. Izin untuk pendirian IFG Life sendiri diharapkan diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember ini.
“Dalam melaksanakan program penyelamatan polis yang mayoritas adalah pensiun, pemerintah pemegang saham akan memberikan penambahan modal kepada BPUI Rp 12 triliun pada 2021, Rp 10 triliun 2022 untuk mendirikan satu perusahaan asuransi jiwa baru yang kita sebut saja IFG Life,” paparnya.
Dia juga menuturkan, suntikan modal ini bukanlah bail out namun bail in. Pemerintah selaku pemegang saham menyuntikkan modal ke BPUI.
“Penambahan modal ini bukanlah bail out, tapi ini adalah konsep bail di mana pemerintah selaku pemegang saham dalam di Jiwasraya dan BPUI menyuntikan modal langsung kepada BPUI sebagai pihak yang melanjutkan program polis dari Jiwasraya,” katanya.
-
RIAU29/07/2026 00:01 WIBPolisi Tahan Tengku Fauzi dalam Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Satpol PP
-
RIAU28/07/2026 23:00 WIBBupati Kasmarni Raih Penghargaan pada Milad ke-51 MUI Bengkalis
-
EKBIS28/07/2026 23:25 WIBPRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 60 Brand Global dan Peluang Bisnis Industri AVL
-
OTOTEK28/07/2026 21:00 WIBHarga Terjangkau, MacBook Neo 2 Dipastikan Bakal Lebih Ngebut
-
FOTO29/07/2026 17:00 WIBFOTO: Kampanye Pariwisata Malaysia di Rangkaian KAI Commuter
-
NASIONAL28/07/2026 22:30 WIBMenteri LH Jumhur: Gerakan Tobat Nasional Ekologis Segera Diluncurkan, Libatkan Mahasiswa dan Masyarakat
-
POLITIK29/07/2026 11:00 WIBBawaslu: Ancaman Terbesar Pemilu Kini Bukan Lagi di TPS
-
OLAHRAGA28/07/2026 21:30 WIBChelsea vs AC Milan, Luka Modric dan Cole Palmer Siap Tampil di Stadion GBK

















