Berita
Diduga Faktor Cuaca, Ratusan Ton Ikan di Sekitar Danau Toba Mendadak Mati
AKTUALITAS.ID – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir melaporkan ratusan ton ikan di Kerambah Jaring Apung (KJA) di sekitar perairan Danau Toba di Kabupatean Samosir, Sumatera Utara, mendadak mati, sejak Selasa, 20 Oktober 2020. Akibatnya, para petani ikan nila menanggung kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Karena ikan air tawar itu akan masuk dalam proses […]
AKTUALITAS.ID – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir melaporkan ratusan ton ikan di Kerambah Jaring Apung (KJA) di sekitar perairan Danau Toba di Kabupatean Samosir, Sumatera Utara, mendadak mati, sejak Selasa, 20 Oktober 2020.
Akibatnya, para petani ikan nila menanggung kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Karena ikan air tawar itu akan masuk dalam proses panen. Namun, sebelum dipanen ikan ditemukan dalam kematian di KJA.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Samosir, Vicktor Sitinjak, mengungkapkan ikan mendadak mati itu berada di 38 KJA milik petani ikan di Kabupaten Samosir.
“Dari KJA yang ikannya mati berjumlah 38 KJA, dan dari data sementara ada 109 ton ikan yang mati,” tutur Viktor kepada wartawan, Jumat, (23/10/2020).
Viktor menjelaskan ratusan ton ikan mati itu, berada di Desa Ogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, diduga sementara faktor cuaca dan jumlah ikan kelebihan dari kapasitas KJA sehingga diduga kekurangan oksigen.
“Karena airnya terlalu dangkal ini, jadi kemarin ada angin kencang, mengakibatkan air berputar ke bawah, naik lah kotoran yang dibawa kerambah, sehingga ikan yang dikerambah jadi tidak bisa bernafas, karena oksigenya kurang,” kata Vicktor.
Viktor mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dengan mengambil sempel ikan mati untuk diuji laboratorium untuk mengetahui persis penyebab kematian ikan. Begitu juga, kasus matinya ikan mendadak bukan pertama kali ini.
“Jadi bukan karena tercemar penyakit atau apa bukan, karena memang airnya berputar, naik sendiri ke atas sehingga, ikan tidak bisa bernafas,” kata Viktor.
Viktor mengimbau para petani ikan untuk mencegah hal serupa terjadi kemballi. Disarankan agar KJA yang lokasinya rendah dipindahkan ke yang lebih dalam. “Jadi kalau pun berputar di bawah tidak sampai ke atas. Di bawah aja,” tutur Viktor.
-
POLITIK08/10/2026 20:00 WIBPengamat SDI: Putusan MK Gibran Buka Kotak Pandora Baru
-
DUNIA08/10/2026 21:00 WIBTrump Klaim Kerusuhan Prancis Terkait Singgung Migrasi dan Islam
-
NUSANTARA08/10/2026 23:00 WIBSopir Ojol Tewas Ditikam Anak Kekasihnya di Kamar Kos
-
NASIONAL08/10/2026 22:00 WIBIni Kriteria yang Berhak Dapat Subsidi Haji Rp 3 Juta
-
DUNIA08/10/2026 18:00 WIBCIA Peringatkan Potensi Konflik Internal di Israel
-
NASIONAL08/10/2026 16:00 WIBEddy Soeparno: Blue Carbon RI Bisa Jadi Magnet Investasi
-
NASIONAL08/10/2026 17:00 WIBGus Ipul Ungkap Ribuan Pegawai Kemensos Terpapar Judi Online
-
NASIONAL08/10/2026 19:00 WIBPuadi : Demokrasi Bisa Kalah oleh Algoritma
















