Berita
Soal Aturan Calon Tunggal Pilkada, DKPP Sanksi 6 Anggota KPU RI
AKTUALITAS.ID – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan terhadap enam anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait aturan calon tunggal pilkada. DKPP menilai para Komisioner KPU melanggar kode etik. Sebab aturan terkait calon tunggal pilkada itu menimbulkan ketidakpastian hukum, khususnya di Pilkada Serdang Bedagai. “Menjatuhkan sanksi peringatan terhadap Teradu III Ilham Saputra selaku Plt. […]
AKTUALITAS.ID – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan terhadap enam anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait aturan calon tunggal pilkada.
DKPP menilai para Komisioner KPU melanggar kode etik. Sebab aturan terkait calon tunggal pilkada itu menimbulkan ketidakpastian hukum, khususnya di Pilkada Serdang Bedagai.
“Menjatuhkan sanksi peringatan terhadap Teradu III Ilham Saputra selaku Plt. Ketua merangkap Anggota KPU RI, Teradu I Arief Budiman, Teradu II Hasyim Asyari, Teradu IV Viryan, Teradu V Pramono Ubaid Tanthowi, dan Teradu VII Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi masing-masing selaku Anggota KPU terhitung sejak putusan ini dibacakan,” kata Ketua Majelis Hakim Muhammad dalam sidang daring, Rabu (10/2/2021).
Perkara dimulai saat pendaftaran pasangan calon Pilkada Serdang Bedagai pada 4-6 September 2020. Awalnya, Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungan kepada pasangan Darma Wijaya-Adlin Umar Yusri.
Hingga batas waktu, hanya satu paslon yang terdaftar. Sebab kursi DPRD yang tersisa tak cukup mengusung paslon lain.
KPU Serdang Bedagai pun memperpanjang masa pendaftaran berbekal Surat Nomor 758/PL.02.2 SD/06/KPU/IX/202 terkait aturan calon tunggal.
Di masa perpanjangan, PAN mengalihkan dukungan ke Soekirman-Tengku Muhammad Ryan Novandi. Pasangan itu melampaui ambang batas pencalonan dan lolos pendaftaran.
Seorang bernama Muhammad Ikhwan pun mengadukan sejumlah pejabat KPU RI dan KPU Serdang Bedagai karena perpindahan dukungan itu. Ikhwan menilai kebijakan KPU membuat ketidakpastian hukum terhadap Darma-Adlin hingga PAN bisa pindah gerbong.
“Teradu I sampai Teradu VI terbutki melanggar prinsip adil dan kepastian hukum sebagaimana dimaksud ketentuan pasal 10 huruf a juncto pasal 11 huruf c Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu,” ucap Anggota Majelis Hakim Ida Budhiati.
Dalam putusan itu, DKPP merehabilitasi nama baik para Komisioner KPU Serdang Bedagai. Mereka dinilai tak melanggar kode etik karena menjalankan produk hukum yang dibuat KPU RI.
-
NASIONAL02/09/2026 19:00 WIBNasib Warga Ditentukan Desil, Ekonom dan DPR Soroti Akurasi Data BPS
-
JABODETABEK02/09/2026 20:00 WIBAchmad Daeng Sere: Anggaran Komdigi Harus Perhatikan KPI dan Dewan Pers
-
NASIONAL02/09/2026 21:28 WIBGus Ipul Sayangkan Cak Imin Kaitkan NU dengan PMII dan HMI
-
NUSANTARA02/09/2026 21:00 WIBGus Hilmy Dorong Orang Tua Anak Disabilitas Menulis untuk Lawan Stigma
-
EKBIS02/09/2026 20:30 WIBBeras Premium Langka, Mendag Minta Bulog Perkuat Pasokan ke Ritel
-
EKBIS02/09/2026 22:00 WIBEkspor CPO dan Produk Turunannya Naik 5,49 Persen hingga Juli 2026
-
NASIONAL02/09/2026 23:59 WIBKementerian Kebudayaan Tetetapkan 742 Cagar Budaya Nasional, Total Jadi 1.485
-
RIAU03/09/2026 12:00 WIBUngkap Peredaran Ribuan Ekstasi, AKP Noki Loviko: Polisi Telusuri Mata Rantai Jaringan Narkoba
















