Berita
Ditengah Saling Serang Dengan Hamas, AS Desak Israel Hindari Kematian Warga Sipil
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, mengirim utusannya ke Timur Tengah untuk mendesak Israel menghindari kematian warga sipil di tengah saling serang dengan Hamas. Blinken mengatakan bahwa Wakil Asisten Menlu untuk urusan Israel dan Palestina, Hady Amr, akan berangkat secepatnya untuk bertemu dengan para pemimpin Israel dan Palestina. “Ia akan mewakili saya dan Presiden […]
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, mengirim utusannya ke Timur Tengah untuk mendesak Israel menghindari kematian warga sipil di tengah saling serang dengan Hamas.
Blinken mengatakan bahwa Wakil Asisten Menlu untuk urusan Israel dan Palestina, Hady Amr, akan berangkat secepatnya untuk bertemu dengan para pemimpin Israel dan Palestina.
“Ia akan mewakili saya dan Presiden Joe Biden untuk mendesak de-eskalasi kekerasan,” ujar Blinken, seperti dikutip AFP, Rabu (12/5).
Blinken kemudian mengatakan bahwa kematian warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, sangat mengerikan.
“Saya pikir Israel punya beban lebih untuk mencoba melakukan segala cara untuk mencegah kematian warga sipil,” ucap Blinken.
Namun, ia tetap membela serangan Israel yang menurutnya, “punya hak untuk merespons demi melindungi rakyatnya.”
Blinken kemudian membahas bahwa ada “perbedaan jelas antara organisasi teroris, Hamas, yang melontarkan hujan roket-yang juga menargetkan warga sipil-dan respons Israel untuk mempertahankan diri.”
Sebelumnya, AS juga meminta Israel untuk mengalihkan jalur parade perayaan pencaplokan Yerusalem agar menghindari bentrokan dengan warga Palestina.
Sikap pemerintah AS di bawah Biden ini dianggap sebagai tanda pergeseran kebijakan dari era Donald Trump yang sangat pro-Israel.
Sejumlah pengamat menganggap AS tetap berupaya menjadi sekutu Israel. Namun, AS kembali menggaungkan dukungan untuk perdamaian dengan Palestina.
“Kekerasan ini menyeret kita lebih jauh dari tujuan itu. Kami yakin Palestina dan Israel sama-sama berhak hidup aman dan kami akan terus berhubungan dengan Israel, Palestina, dan rekan lainnya di kawasan untuk mendesak de-eskalasi dan membawa ketenangan,” kata Blinken.
Suasana di kawasan tersebut sebenarnya sudah tegang sejak awal Ramadan karena Israel dilaporkan menutup akses Masjid Al-Aqsa.
Ketegangan kian tinggi pada awal pekan ini, tepatnya ketika warga Israel ingin memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati pencaplokan wilayah Yerusalem dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam. Pencaplokan itu tidak diakui oleh komunitas internasional.
Ratusan warga Palestina lantas menyambangi Masjid Al-Aqsa dan dilaporkan melempari batu ke arah petugas keamanan. Bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel pun tak terbendung.
Sejak saat itu, Israel dan Palestina saling serang. Faksi Palestina, Hamas, melontarkan ratusan roket, sementara Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza.
-
POLITIK13/10/2026 11:00 WIBPAN Tegaskan Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Cawapres Diserahkan ke Capres
-
RIAU13/10/2026 22:30 WIBWakil Ketua III DPRD Bengkalis Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak
-
RAGAM13/10/2026 13:30 WIBIlmuwan Temukan Cara Membunuh HIV yang Bersembunyi
-
NUSANTARA13/10/2026 12:30 WIBDarurat Asap! Kualitas Udara Kalteng Masuk Level Mematikan
-
POLITIK13/10/2026 13:00 WIBNasDem Kaji Aspirasi Daerah Sebelum Sikapi Polemik Ijazah Gibran
-
EKBIS13/10/2026 11:30 WIBHarga BBM di Semua SPBU RI Hari Ini Bikin Dompet Aman
-
NASIONAL13/10/2026 20:15 WIBPejabat BNPB Dikabarkan Terjaring OTT KPK
-
NASIONAL13/10/2026 19:00 WIBKarhutla Kaltim Masih Membara, Gubernur Rudy Mas’ud asyik Sarapan di Singapura

















