Berita
Alasan Keluhan Warga, Kementerian Arab Saudi Batasi Pengeras Suara di Masjid
Menteri Urusan Islam Arab Saudi pada hari Senin (31/5) membela perintah resmi yang kontroversial mengenai pembatasan volume pengeras suara masjid, dengan mengatakan aturan tersebut dipicu oleh keluhan di negara Muslim konservatif itu tentang kebisingan yang berlebihan. Dalam kebijakan yang diutarakan pekan lalu di sebuah negara yang menjadi rumah bagi situs-situs Muslim paling suci, kementerian urusan […]
Menteri Urusan Islam Arab Saudi pada hari Senin (31/5) membela perintah resmi yang kontroversial mengenai pembatasan volume pengeras suara masjid, dengan mengatakan aturan tersebut dipicu oleh keluhan di negara Muslim konservatif itu tentang kebisingan yang berlebihan.
Dalam kebijakan yang diutarakan pekan lalu di sebuah negara yang menjadi rumah bagi situs-situs Muslim paling suci, kementerian urusan Islam mengatakan pengeras suara harus diatur tidak lebih dari sepertiga volume maksimum mereka.
Perintah tersebut, yang juga membatasi penggunaan pengeras suara yang diutamakan untuk mengumandangkan adzan daripada menyiarkan khotbah lengkap, memicu reaksi konservatif di media sosial.
Menteri Urusan Islam Abdullatif al-Sheikh mengatakan perintah itu sebagai tanggapan atas keluhan warga, bahwa volume keras menyebabkan gangguan pada anak-anak serta orang tua.
“Mereka yang ingin salat tidak perlu menunggu … azan imam,” kata Sheikh dalam sebuah video yang diterbitkan oleh televisi pemerintah, seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (1/6).
“Mereka harus berada di masjid sebelumnya,” tambahnya.
Beberapa saluran televisi juga menyiarkan doa dan pembacaan Alquran, kata Sheikh, menyarankan pengeras suara masjid hanya untuk tujuan yang terbatas.
Di negara yang memiliki puluhan ribu masjid, banyak yang menyambut baik langkah untuk mengurangi tingkat volume.
Tetapi keputusan itu juga menimbulkan kritik di media sosial, dengan tagar yang menyerukan pelarangan musik keras di restoran dan kafe.
Sheikh mengatakan kritik terhadap kebijakan itu disebarkan oleh “musuh kerajaan” yang “ingin menggiring opini publik”.
-
POLITIK02/06/2026 16:30 WIBPolemik Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Pengamat: Presiden Harus Contohkan Efisiensi
-
NASIONAL02/06/2026 12:15 WIBTan Malaka: Bapak Republik yang Bermimpi Indonesia Merdeka 100 Persen
-
POLITIK02/06/2026 19:16 WIBPengamat Kritik Respons Teddy ke Dino Patti Djalal: Lebih Baik Jadi Ajudan
-
PAPUA TENGAH02/06/2026 20:31 WIBAtlet Mimika Wrestle Mansawan Bersinar di Turnamen Flag Football Internasional Tiongkok
-
JABODETABEK02/06/2026 15:31 WIBTragis! ART di Bogor Tewas Diduga Disiksa Rekan Sendiri
-
NASIONAL02/06/2026 16:00 WIBSeskab Teddy Sentil Masa Jabatan Dino Patti Djalal, Anies Baswedan Buka Suara
-
NASIONAL02/06/2026 17:10 WIBUsulan Prabowo soal Bahasa Prancis dan Portugis Masih Dikaji Kemendikdasmen
-
DUNIA02/06/2026 17:33 WIBIran: Tak Ada Deal Selama Lebanon Dibombardir

















