Berita
Polrestabes Medan Berhasil Gagalkan Peredaran 3,1 Kg Heroin Asal Malaysia
AKTUALITAS.ID – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap peredaran narkotika dengan jenis heroin seberat 3,1 kilogram yang berasal dari Malaysia. Heroin itu diketahui dikirim melalui Aceh dan akan diedarkan di Kota Medan, Sumatera Utara. Dari pengungkapan kasus ini, petugas polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka yakni ANS (35) warga Desa Kuala Pedaga, Kecamatan Bendahara, […]
AKTUALITAS.ID – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap peredaran narkotika dengan jenis heroin seberat 3,1 kilogram yang berasal dari Malaysia. Heroin itu diketahui dikirim melalui Aceh dan akan diedarkan di Kota Medan, Sumatera Utara.
Dari pengungkapan kasus ini, petugas polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka yakni ANS (35) warga Desa Kuala Pedaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang dan MAN (41) warga Jalan Chaidir, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
“Kita berhasil menggagalkan peredaran 3,1 kg heroin asal Malaysia yang dibawa dari Aceh yang rencananya akan diedarkan di Medan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Riko Sunarko dalam jumpa pers di Mako Polrestabes Medan pada Selasa (14/9/2021).
Sementara Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Toga H Panjaitan mengatakan, dengan terungkapnya 3,1 kilogram heroin di Kota Medan maka akan menjadi fokus perhatian pihak BNN ke depannya.
Toga mengungkapkan bahwa Sumut saat ini menduduki peringkat pertama korban penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Ada sekitar 1,5 juta masyarakat yang terpapar dan menjadi korban penyelahgunaan narkotika.
“Konsepnya untuk mengurangi prevelansi korban harus direhabilitasi bukan dipenjara. Kalau tidak diobati berapa pun pasokan akan habis. Mudah-mudahan kita bisa membangun panti rehab gratis untuk mengobati korban penyalahgunaan narkotika. Intinya bagaimana kita mengendalikan, karena kejahatan narkotika ini merupakan extrarordinary crime,” tutur Toga.
Sementara itu Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, bagi para pengguna yang juga korban agar nantinya bisa direhabilitasi. Oleh karena itu peran pemerintah sangat diperlukan dalam mengobati para korban penyalahgunaan melalui panti rehab gratis. Selain itu Kota Medan juga belum punya BNN kota. Harapannya mudah-mudahan segera terbentuk BNN i Kota Medan.
“Kita berharap para bandar dan pengedar ini mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya,” kata Bobby Nasution.
-
POLITIK02/07/2026 19:30 WIBSurvei Citra Institute: Lagu MBG Lebih Dongkrak Citra Golkar daripada Bahlil
-
RAGAM02/07/2026 14:40 WIBDelapan Buku Puisi Esai Denny JA Resmi Terbit dalam Bahasa Inggris, Hadir di Google Books untuk Pembaca Dunia
-
RIAU02/07/2026 16:30 WIBWabup Bagus Santoso: Polri Terus Jaga Keamanan dan Layani Masyarakat
-
NASIONAL02/07/2026 06:00 WIBDKPP: Jangan Jadikan Medsos sebagai Pengadilan Kebenaran
-
RAGAM02/07/2026 20:00 WIBBakal Hadir Drama Komedi Romantis yang Dibintangi Lee Min Ho
-
NASIONAL02/07/2026 20:30 WIBKemensos Tindak Pendamping PKH yang Terbukti Rangkap Pekerjaan
-
POLITIK02/07/2026 09:00 WIBGerindra Pastikan Tak Ada Keretakan Hubungan Prabowo dan Jokowi
-
POLITIK02/07/2026 18:00 WIBDKPP Tegaskan Peran Media Massa Penting untuk Transparansi Penegakan Kode Etik Pemilu

















