Berita
Kaltim Diharapkan jadi Provinsi Pertama Bebas Kemiskinan Ekstrem pada 2024
AKTUALITAS.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) atas prestasinya dalam menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem.
Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga menyebut bahwa persentase penduduk miskin ekstrem di Kaltim pada tahun 2022 dan 2023 lebih rendah dibandingkan pencapaian nasional, dengan jumlah 3.910 jiwa atau 0,10 persen.
“Kami mengapresiasi pencapaian ini secara nasional. Kaltim menjadi provinsi pertama di Indonesia yang diharapkan akan bebas kemiskinan ekstrem pada tahun 2024, berdasarkan data yang disajikan di sini. Hal ini disebabkan oleh penurunan dua kali lipat lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata nasional,” kata Kastorius Sinaga di Kantor Gubernur Kaltim pada Jumat (5/1/2024).
Sementara itu Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengucap syukur atas berlangsungnya evaluasi dengan baik dan lancar. Ia mengakui bahwa ada beberapa catatan, seperti pelaporan NPHD dan buktinya, tetapi secara keseluruhan, tim pemerintahan Kaltim mendapatkan apresiasi.
“Alhamdulillah evaluasi berjalan dengan baik. Sepuluh indikator kinerja yang diminta oleh irjen Kemendagri sudah kita laporkan. Secara keseluruhan, kita mendapatkan apresiasi. Terima kasih kepada tim yang luar biasa hebat dan selalu semangat,” pungkasnya. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
POLITIK02/06/2026 16:30 WIBPolemik Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Pengamat: Presiden Harus Contohkan Efisiensi
-
NASIONAL02/06/2026 12:15 WIBTan Malaka: Bapak Republik yang Bermimpi Indonesia Merdeka 100 Persen
-
NUSANTARA02/06/2026 06:30 WIBPengedar Sabu di Serang Ditangkap Saat Santai di Rumah
-
JABODETABEK02/06/2026 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jakarta Didominasi Awan Tebal Selasa Ini
-
POLITIK02/06/2026 19:16 WIBPengamat Kritik Respons Teddy ke Dino Patti Djalal: Lebih Baik Jadi Ajudan
-
OASE02/06/2026 05:00 WIBAl-Quran Sudah Bahas Rahasia Laut 1.400 Tahun Lalu
-
NASIONAL02/06/2026 06:00 WIBMama Sinta Bantah Naik Jet Pribadi ke Jakarta
-
NASIONAL02/06/2026 07:00 WIBEddy Soeparno: RUU Satu Data Indonesia Kunci Subsidi Tepat Sasaran

















