DUNIA
Presiden Palestina Kecam Hamas Eksekusi Mata-mata Israel Tanpa Proses Hukum
AKTUALITAS.ID – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keras tindakan Hamas yang mengeksekusi puluhan orang yang diduga sebagai mata-mata Israel di Jalur Gaza. Ia menyebut aksi tersebut sebagai “kejahatan keji” yang melanggar hukum dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Pembunuhan itu merenggut nyawa puluhan warga negara di luar kerangka hukum dan tanpa proses peradilan yang adil,” ujar Abbas pada Rabu (15/10/2025), dikutip dari Al Jazeera.
Pernyataan tegas Abbas muncul setelah Hamas merilis video eksekusi publik terhadap sejumlah orang dengan mata tertutup. Hamas mengklaim, mereka yang dieksekusi merupakan pengkhianat dan kolaborator Israel di Kota Gaza.
Menurut laporan media lokal Iran, setidaknya 33 orang dieksekusi oleh Hamas. Video yang beredar luas di Telegram Hamas Al Aqsa TV menunjukkan sejumlah pria bersenjata melakukan penembakan dari jarak dekat di hadapan kerumunan warga.
Aksi itu terjadi di tengah bentrokan antara pasukan keamanan Hamas dan klan bersenjata di Gaza, tepat saat gencatan senjata fase pertama antara Israel dan Hamas memasuki hari kelima.
Tindakan tersebut menuai gelombang kecaman internasional. Komisi Independen untuk Hak Asasi Manusia Palestina (ICHR) menuntut agar Hamas menghentikan praktik eksekusi di luar hukum.
“Gelombang eksekusi di luar hukum dan penembakan di kaki yang terjadi setelah gencatan senjata di Jalur Gaza tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun,” tegas ICHR dalam pernyataannya.
Mereka menilai tindakan itu sebagai kejahatan hukum dan moral yang harus segera diusut.
“Kejadian ini merupakan kejahatan yang membutuhkan kecaman dan pertanggungjawaban segera,” lanjut pernyataan tersebut.
Tindakan Hamas ini memperlebar jurang perpecahan politik internal Palestina. Sementara Mahmoud Abbas menegaskan bahwa pemerintahan Palestina di bawah Otoritas Nasional Palestina (PA) menolak segala bentuk kekerasan tanpa dasar hukum, termasuk oleh kelompok bersenjata sekalipun. (Mun)
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember
-
RAGAM18/08/2026 14:30 WIB18 Agustus Jadi Saksi Penentuan Nasib NKRI
-
NASIONAL18/08/2026 17:16 WIBAkademisi UKI: Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Emas 2045
-
NASIONAL18/08/2026 13:00 WIBMenteri Pigai: Warga Papua Hanya Boleh Tuntut Keadilan
-
NASIONAL18/08/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Dukung Target Ekonomi 6%
-
DUNIA18/08/2026 15:00 WIBNegara Teluk: Kami Tanggung Akibat Perang Trump
-
EKBIS18/08/2026 17:00 WIBBahlil Optimis Target Migas 610 Ribu Barel Tercapai
-
DUNIA18/08/2026 21:00 WIBIran Ancam Serang Selat Hormuz Jika Negosiasi Gagal

















