DUNIA
Wisman ke Jepang Tembus 31,6 Juta Orang, Cetak Rekor Baru dalam 9 Bulan Pertama 2025
AKTUALITAS.ID — Industri pariwisata Jepang kembali mencatat sejarah. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Negeri Sakura dari Januari hingga September 2025 menembus sekitar 31,65 juta orang, melampaui angka 30 juta untuk pertama kalinya dalam periode sembilan bulan, menurut data resmi Japan National Tourism Organization (JNTO).
Capaian tersebut naik 17,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. JNTO memperkirakan total kunjungan sepanjang tahun ini akan melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2024, yakni 36,87 juta wisman.
Tak hanya dari sisi jumlah, belanja wisatawan juga mencatatkan angka fantastis. Wisman diketahui menghabiskan sekitar 6,9 triliun yen untuk akomodasi, belanja, kuliner, dan berbagai konsumsi lainnya selama sembilan bulan pertama tahun ini — menjadi rekor tertinggi untuk periode tersebut.
Pada September saja, jumlah kunjungan wisman mencapai lebih dari 3,26 juta orang, naik 13,7 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Ini juga menjadi kali pertama angka kunjungan pada bulan September menembus 3 juta orang.
Lonjakan ini menunjukkan pulihnya sektor pariwisata Jepang secara penuh pascapandemi, sekaligus menegaskan daya tarik negara tersebut sebagai salah satu destinasi utama dunia berkat keindahan alam, budaya, dan kuliner khasnya. (DIN)
-
NASIONAL07/07/2026 07:00 WIBHeboh! Anak Menteri PU Masuk Rombongan Kunker ke New York
-
NASIONAL07/07/2026 13:00 WIBFernando Emas Desak Dody Hanggodo Minta Maaf
-
JABODETABEK07/07/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jakarta 7 Juli 2026
-
JABODETABEK07/07/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Hadir di 5 Lokasi
-
OASE07/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bahas Perjuangan Ibu Melahirkan
-
RAGAM07/07/2026 14:30 WIBErupsi Anak Krakatau Hantam Wisata Selat Sunda
-
NASIONAL07/07/2026 14:47 WIBKejari Jabar Diminta Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Helikopter oleh KPU
-
NASIONAL07/07/2026 16:00 WIBRUU Keaman Siber Beri Peran Penyidikan bagi TNI, Ini Kata Komisi I

















