DUNIA
Palestina Tuduh Israel Lakukan Penjualan Warga Gaza ke Afrika Selatan
AKTUALITAS.ID – Kementerian Luar Negeri Palestina menuduh Israel terlibat dalam praktik perdagangan manusia setelah ratusan warga Gaza tiba secara misterius di Afrika Selatan menggunakan pesawat carter. Tuduhan itu mencuat setelah kelompok pertama berisi 153 warga Palestina mendarat pekan lalu tanpa membawa barang apa pun dan tanpa cap keberangkatan dari Israel di paspor mereka.
Dalam pernyataan resminya, Kemlu Palestina memperingatkan adanya perusahaan atau entitas yang diduga menyesatkan warga Gaza agar bersedia dideportasi atau dipindahkan ke luar wilayah mereka. “Kementerian memperingatkan perusahaan dan entitas yang menghasut rakyat kami untuk dipindahkan atau terlibat dalam perdagangan manusia akan menanggung konsekuensi hukum dan tuntutan atas tindakan melawan hukum tersebut,” tulis Kemlu Palestina, dikutip dari Jerusalem Post, Minggu (16/11/2025).
Peringatan serupa juga dikeluarkan Kedutaan Besar Palestina di Pretoria, Afrika Selatan. Mereka menyebut ada entitas tidak resmi yang beroperasi di wilayah pendudukan Israel dan diduga mengarahkan warga Palestina untuk pergi dengan iming-iming tertentu, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Kasus terbaru terjadi pekan lalu ketika 153 warga Gaza tiba di Afrika Selatan dengan pesawat carter. Mereka sempat terjebak di dalam pesawat selama 12 jam akibat masalah administrasi. Para penumpang hanya membawa paspor dan pakaian yang dikenakan, tanpa cap keberangkatan dari Israel.
Kementerian Dalam Negeri Afrika Selatan akhirnya mengizinkan para penumpang turun dari pesawat setelah organisasi kemanusiaan Gift of the Givers memberikan jaminan untuk menyediakan akomodasi dan bantuan bagi mereka.
Insiden serupa juga terjadi pada Oktober lalu ketika 176 warga Palestina tiba di Johannesburg. Sebagian dari mereka akhirnya dipindahkan ke negara lain.
Menurut Gift of the Givers, tidak adanya cap keberangkatan di paspor para warga Gaza mengindikasikan adanya upaya Israel untuk mengusir penduduk Palestina secara diam-diam. Namun, pihak otoritas Israel melalui COGAT membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa para penumpang telah mendapatkan izin dari “negara ketiga,” tanpa merinci negara mana yang dimaksud.
Kasus ini memicu perhatian internasional terhadap dugaan praktik pemindahan paksa warga Gaza di tengah konflik yang terus berlangsung. Pemerintah Palestina meminta masyarakat Gaza waspada agar tidak menjadi korban eksploitasi atau perdagangan manusia yang memanfaatkan situasi perang. (Mun)
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal
-
FOTO07/08/2026 18:45 WIBFOTO: Bawaslu Teken Kerjasama dengan Pemuda LIRA Perkuat Pengawasan Pemilu
-
PAPUA TENGAH07/08/2026 09:00 WIBPBB: Jangan Rampas Suara Rakyat Lewat Ambang Batas Parlemen
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
EKBIS07/08/2026 09:30 WIBIHSG Kembali Hijau
-
NASIONAL07/08/2026 17:00 WIBMuzani Klaim Prabowo Jiplak Jurus Sakti Bung Hatta
-
NASIONAL07/08/2026 11:00 WIBDPR: QRIS Diduga Dimanfaatkan untuk Deposit Judi Online
-
NASIONAL07/08/2026 10:00 WIBSatu Tahun Berlalu, KPK Belum Berani Tahan Tersangka CSR BI?

















