Connect with us

DUNIA

MBS Kecam Serangan Iran yang Guncang Kawasan Teluk

Aktualitas.id -

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), mengecam keras serangan yang dilancarkan Iran terhadap Bahrain dan Kuwait.

Dalam percakapan telepon dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa pada Kamis (4/6/2026), MBS menegaskan dukungan penuh Kerajaan Arab Saudi terhadap Bahrain dalam menghadapi ancaman keamanan yang muncul akibat serangan tersebut.

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), MBS menyampaikan solidaritas penuh Riyadh dan menegaskan dukungan terhadap setiap langkah yang diambil Bahrain untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kedaulatan negaranya.

Pernyataan tegas MBS memperkuat sikap resmi Arab Saudi yang sehari sebelumnya telah mengeluarkan kecaman keras terhadap tindakan militer Iran.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang melanggar kedaulatan Bahrain dan Kuwait serta berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang masih rentan konflik.

“Arab Saudi mengutuk keras agresi Iran dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Bahrain dan Kuwait,” demikian pernyataan resmi pemerintah Saudi.

Riyadh juga menilai serangan tersebut dapat menggagalkan berbagai upaya internasional yang selama ini dilakukan untuk memulihkan stabilitas dan keamanan kawasan Teluk.

Arab Saudi menegaskan akan terus berdiri bersama Bahrain dan Kuwait serta mendukung setiap langkah yang diambil kedua negara untuk melindungi wilayah dan kepentingan nasional mereka.

Kecaman Saudi muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan operasi militer yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

IRGC mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke markas Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain, pangkalan Angkatan Udara AS di Kuwait, serta sejumlah aset militer Amerika lainnya di kawasan tersebut.

Iran menyebut operasi itu sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker Iran di Teluk Oman dan fasilitas komunikasi di Pulau Qeshm.

Meski demikian, IRGC membantah bertanggung jawab atas insiden rudal yang menghantam area sekitar Bandara Internasional Kuwait. Iran justru mengklaim ledakan tersebut berasal dari rudal pencegat sistem pertahanan Patriot milik Amerika Serikat.

Insiden terbaru ini menambah daftar panjang eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan negara-negara Teluk. Pengamat menilai situasi tersebut berpotensi memperbesar risiko ketidakstabilan kawasan apabila tidak segera diikuti langkah deeskalasi dari seluruh pihak yang terlibat.

Dengan Arab Saudi kini secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Bahrain dan Kuwait, dinamika geopolitik Timur Tengah diperkirakan akan semakin menjadi perhatian dunia dalam beberapa pekan mendatang. (Mun)

TRENDING