Connect with us

DUNIA

Houthi Yaman Tembak Rudal ke Saudi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim meluncurkan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi. Serangan itu disebut sebagai balasan atas dugaan serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa yang berada di bawah kendali Houthi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “agresi” terhadap fasilitas penerbangan di ibu kota Yaman.

“Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha menggunakan sejumlah rudal balistik dan kendaraan udara tak berawak,” kata Yahya Saree dalam pernyataan video yang dikutip AFP.

BACA JUGA  Iran Tertawakan Klaim Damai Trump di Timur Tengah

Menurut Houthi, serangan terhadap Bandara Sanaa menandai berakhirnya periode de-eskalasi yang berlangsung sejak gencatan senjata informal pada Maret 2022. Kelompok tersebut juga memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak mengoperasikan penerbangan menuju Arab Saudi selama, menurut mereka, “pengepungan” terhadap Bandara Sanaa masih berlangsung.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang mendapat dukungan Arab Saudi, mengonfirmasi bahwa landasan pacu Bandara Internasional Sanaa menjadi sasaran serangan. Namun, pemerintah menyatakan operasi tersebut bertujuan mencegah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi mendarat dan dianggap melanggar kedaulatan negara.

Sebaliknya, Houthi menuduh Arab Saudi menyerang pesawat Iran yang sempat mendarat di Sanaa dan kemudian lepas landas membawa delegasi mereka. Kelompok itu mengancam akan menargetkan bandara-bandara Saudi serta aset-aset strategis lainnya apabila wilayah udara Yaman kembali diserang.

BACA JUGA  UEA Tegaskan Tidak Akan Membantu Serangan AS terhadap Iran

Klaim serangan rudal ini menjadi yang pertama diumumkan Houthi terhadap Arab Saudi sejak gencatan senjata informal diberlakukan lebih dari empat tahun lalu. Hingga berita ini ditulis, pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.

Perkembangan terbaru ini memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya kembali konflik di perbatasan selatan Arab Saudi setelah beberapa tahun relatif mereda.

Sejak 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer di Yaman setelah Houthi merebut ibu kota Sanaa dan menggulingkan pemerintahan yang diakui secara internasional. Hingga kini, Houthi masih menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk Sanaa dan kota pelabuhan Hodeidah, sementara pemerintahan resmi Yaman berbasis di Aden dengan dukungan Saudi dan sejumlah negara Teluk.

BACA JUGA  Rupiah Melemah ke Rp16.988 per Dolar AS Hari Ini

Konflik berkepanjangan tersebut telah menyebabkan jutaan warga mengungsi, menghancurkan infrastruktur, serta memicu krisis pangan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berulang kali menyebut perang di Yaman sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (Mun)

TRENDING