Connect with us

DUNIA

Rp101 Juta Jadi Jalan Sara Duterte Hindari Penahanan

Aktualitas.id -

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Filipina Sara Duterte berhasil lolos dari penahanan setelah surat perintah penangkapan dirinya resmi diterbitkan. Enggan dijebloskan ke balik jeruji besi, Sara bergerak cepat secara sukarela mendatangi pengadilan Manila pada Sabtu (5/9/2026) untuk membayar uang jaminan sebesar 360.000 peso atau setara Rp 101 juta.

Langkah ini diambil menyusul dakwaan “ancaman serius” yang menjeratnya. Bulan lalu, Sara secara mengejutkan mengklaim dalam sebuah konferensi pers bahwa ia telah menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Presiden Ferdinand Marcos, sang istri, dan sepupunya yang menjabat di kongres, jika dirinya dibunuh lebih dulu. Belakangan, Sara berkilah bahwa pernyataannya telah disalahartikan.

Pengacara Sara, Lawrence Lim, menegaskan kliennya tidak perlu ditangkap paksa karena sikap kooperatifnya. Setelah keluar dari gedung pengadilan dengan membawa bukti pembayaran jaminan, Sara diketahui telah menjalani prosedur pendataan standar berupa pengambilan sidik jari, tanpa sesi foto wajah (mugshot).

BACA JUGA  Duterte Tak Izinkan Sekolah Dibuka Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Ketakutan akan keselamatan nyawa menjadi alasan utama Sara rela merogoh kocek ratusan juta demi kebebasan sementara. Ia mengaku disarankan oleh kuasa hukumnya untuk tidak berada di bawah tahanan polisi.

“Mereka menjelaskan kepada saya bahwa saya akan mendapatkan perlindungan yang lebih baik dari warga sipil yang dapat memantau situasi saya, daripada berada di tahanan, di mana saya akan terisolasi,” ungkap Sara dalam pernyataan resminya.

Sebelum masuk ke ruang sidang, Sara bahkan melontarkan pernyataan tajam bernada ketakutan kepada awak media, menuding aparat bisa saja mengancam nyawanya jika ia dikurung.

“Apakah mereka akan menjebloskan saya (ke penjara), kemudian suatu malam saya meninggal dalam tidur?” ujarnya skeptis.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Bersama Rombongan Tiba di Manila Filipina

Kasus ancaman pembunuhan ini menambah daftar panjang krisis politik yang dihadapi Sara Duterte. Tuduhan tersebut kini menjadi senjata utama dalam persidangan pemakzulan Senat yang sedang berlangsung. Jika terbukti bersalah, putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte ini tidak hanya akan dilengserkan dari jabatannya, tetapi juga dilarang secara permanen untuk kembali ke panggung politik Filipina. (Mun)

TRENDING