Connect with us

DUNIA

PBB: Serangan Brutal AS ke Iran Murni Kejahatan Perang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya menjatuhkan vonis telak terhadap Amerika Serikat. Berdasarkan temuan Misi Pencari Fakta Independen (The Independent International Fact-Finding Mission on the Islamic Republic of Iran), militer AS dinyatakan telah melakukan kejahatan perang lewat serangan mematikan di Iran sejak Februari lalu, yang menjadi pemicu kobaran perang hingga detik ini.

Investigasi yang diserahkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tersebut membongkar setidaknya dua serangan serampangan Washington yang terbukti menghantam fasilitas sipil. Meski pihak AS dan Israel tutup mulut dan menolak memberikan akses kepada personel PBB, tim penyelidik berhasil merangkai bukti kuat melalui citra satelit, video terverifikasi, analisis senjata, serta kesaksian warga lokal dan organisasi independen.

BACA JUGA  Praka Rico Wafat, PBB Sampaikan Belasungkawa

Laporan yang dikutip Al Jazeera membeberkan kengerian di Minab pada hari pertama pecahnya perang. Niat AS menghantam fasilitas angkatan laut IRGC berujung pada pembantaian tragis lantaran rudal menghancurkan sebuah sekolah dasar yang hanya berjarak 72 meter dari target militer.

“Misi pencari fakta menyimpulkan bahwa ketika mengidentifikasi serangan AS terhadap SD di Minab, di mana tampak jelas keberadaan penduduk sipil, militer AS gagal melakukan kewajibannya untuk memverifikasi apakah itu memang tujuan militer mereka,” tegas laporan resmi tim PBB tersebut.

Akibat kelalaian fatal ini, 156 nyawa melayang seketika. Korban tewas mencakup 120 murid sekolah dasar dan 26 guru perempuan yang tengah berada di lokasi.

BACA JUGA  FOTO: PBB Gelar Syukuran Milad Ke-26

Keculasan target militer ini tidak berhenti di Minab. Pada hari yang sama, roket AS juga menghantam fasilitas sipil lainnya, yakni Kompleks Olahraga Shahid Haj Khalil Naimi di Lamerd, Provinsi Fars. Serangan membabi buta di area publik tersebut merenggut 22 nyawa, termasuk empat anak-anak, dan menyebabkan sedikitnya 100 orang lainnya menderita luka-luka. Temuan mutlak PBB ini kini menjadi pukulan diplomatik luar biasa bagi Washington di panggung internasional. (Bowo/Mun)

TRENDING