EKBIS
Senin Pagi, IHSG Berpotensi Alami Pelemahan
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan saham hari ini, Senin, 11 November 2024. Setelah mencatatkan penguatan 0,60 persen ke posisi 7.287 pada akhir pekan lalu, IHSG berpeluang terkoreksi dengan kisaran uji di level 7.169-7.236.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebutkan bahwa IHSG masih berada dalam bagian dari wave © dari wave (ii), sehingga potensi koreksi lebih lanjut perlu diwaspadai. “IHSG diperkirakan akan bergerak pada level support di 7.207-7.076 dan level resistance di 7.449-7.595,” ujarnya.
Sementara itu, Analis PT RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menyoroti adanya pola bullish harami candle yang memberi sinyal rebound. Namun, IHSG perlu breakout garis moving average (MA)200 untuk memastikan potensi kenaikan. Jika tidak mampu menembus MA20, IHSG berisiko kembali ke tren bearish dan membuat lower low baru. Range pergerakan IHSG berada di kisaran 7.200-7.400.
Di sisi lain, riset dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguat terbatas dengan level support di 7.200 dan resistance di 7.330. Meskipun ada peluang penguatan, potensi koreksi IHSG tetap terbuka.
Para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan IHSG di level-level kunci hari ini dan mempertimbangkan strategi yang cermat dalam menghadapi kemungkinan fluktuasi pasar. (Yan Kusuma)
-
NASIONAL31/07/2026 09:00 WIBEddy Soeparno Dorong Ketahanan Energi Nasional
-
POLITIK31/07/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu: DKPP Naik Kelas Demi Jaga Integritas Pemilu
-
JABODETABEK31/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Suhu Jakarta Tembus 34 Derajat
-
JABODETABEK31/07/2026 08:30 WIBPengendara Vario Tewas Usai Tabrakan Adu Banteng
-
POLITIK31/07/2026 06:00 WIBPengamat Minta Publik Tak Terlalu Reaktif Survei Dedi Salip Prabowo
-
DUNIA31/07/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Hijau Investor Mulai Borong
-
OASE31/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Ungkap Perjanjian Manusia Sebelum Dilahirkan
-
NASIONAL31/07/2026 11:00 WIBKemenhan Bantah Isu Peserta Diklat Digaji Rp 10 Juta

















