EKBIS
Jateng Siap Jadi Episentrum ‘Tani Merdeka’, Gerakan Akar Rumput dengan 7.500 Kordes
AKTUALITAS.ID – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan provinsi itu menjadi pusat Gerakan Tani Merdeka, memanfaatkan potensi besar sumber daya petani dan luasnya lahan pertanian di wilayahnya.
“Dari total tiga juta hektare wilayah Jateng, satu juta hektare adalah lahan pertanian. Ini memberi peran besar bagi kedaulatan pangan nasional,” ujar Luthfi di Semarang, Minggu (30/11/3025).
Ia menilai hadirnya Gerakan Tani Merdeka semakin meneguhkan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Ketua Umum Gerakan Tani Merdeka, Sudaryono, menyebut organisasi tersebut lahir dan berkembang dari akar rumput di Jawa Tengah, dengan jangkauan hingga tingkat desa.
Menurut dia, kekuatan gerakan ini bukan pada struktur organisasi, melainkan militansi para anggotanya di lapangan.
Saat ini, Tani Merdeka memiliki lebih dari 7.500 koordinator desa (kordes) yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.
“Hampir semua desa yang memiliki aktivitas pertanian sudah ada Kordes Tani Merdeka,” ujar Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Dengan basis massa yang kuat dan jaringan yang luas, Gerakan Tani Merdeka digadang-gadang dapat menjadi lokomotif penguatan sektor pertanian sekaligus penggerak kesejahteraan petani di Jawa Tengah. (PUR/DIN)
-
RIAU02/03/2026 18:00 WIBPolda Riau Lakukan Tes Psikologis terhadap Tersangka Penganiayaan Mahasiswi UIN
-
EKBIS02/03/2026 16:00 WIBDukung Kebijakan Energi, MIND ID Wujudkan Swasembada Nasional
-
EKBIS02/03/2026 09:30 WIB
IHSG Amblas di Awal Pekan, Investor Asing Waspada Konflik Timur Tengah
-
POLITIK02/03/2026 10:00 WIBPPP Optimistis Kembali ke DPR RI pada Pemilu 2029
-
DUNIA02/03/2026 08:00 WIBKorps Pengawal Revolusi Iran Klaim Serang Kapal Induk USS Abraham Lincol
-
DUNIA02/03/2026 15:00 WIBMahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan di Teheran
-
DUNIA02/03/2026 12:00 WIBSerangan Balasan Iran Tewaskan Tentara AS
-
RAGAM02/03/2026 14:30 WIBKAI Daop 1 Jakarta Berikan Diskon 30 Persen untuk KA Ekonomi Komersial

















