EKBIS
Jateng Siap Jadi Episentrum ‘Tani Merdeka’, Gerakan Akar Rumput dengan 7.500 Kordes
AKTUALITAS.ID – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan provinsi itu menjadi pusat Gerakan Tani Merdeka, memanfaatkan potensi besar sumber daya petani dan luasnya lahan pertanian di wilayahnya.
“Dari total tiga juta hektare wilayah Jateng, satu juta hektare adalah lahan pertanian. Ini memberi peran besar bagi kedaulatan pangan nasional,” ujar Luthfi di Semarang, Minggu (30/11/3025).
Ia menilai hadirnya Gerakan Tani Merdeka semakin meneguhkan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Ketua Umum Gerakan Tani Merdeka, Sudaryono, menyebut organisasi tersebut lahir dan berkembang dari akar rumput di Jawa Tengah, dengan jangkauan hingga tingkat desa.
Menurut dia, kekuatan gerakan ini bukan pada struktur organisasi, melainkan militansi para anggotanya di lapangan.
Saat ini, Tani Merdeka memiliki lebih dari 7.500 koordinator desa (kordes) yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.
“Hampir semua desa yang memiliki aktivitas pertanian sudah ada Kordes Tani Merdeka,” ujar Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Dengan basis massa yang kuat dan jaringan yang luas, Gerakan Tani Merdeka digadang-gadang dapat menjadi lokomotif penguatan sektor pertanian sekaligus penggerak kesejahteraan petani di Jawa Tengah. (PUR/DIN)
-
Berita21/07/2026 20:50 WIBPekerja Pertamina Balongan Gelar Aksi Melawan ‘Sunat’ Upah akibat Pergantian Vendor
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
NASIONAL22/07/2026 07:00 WIBBaru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Pilih Mundur
-
NASIONAL21/07/2026 20:30 WIBKPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Korupsi Pemkab Lombok Barat
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan
-
EKBIS21/07/2026 20:00 WIBFerry Latuhihin Kritik Anggaran MBG dan KDMP
-
NASIONAL21/07/2026 23:00 WIBRieke Pitaloka Desak RUU Hak Cipta Lindungi Karya Pers dari Scraping AI Tanpa Kompensasi

















