EKBIS
IHSG Hari Ini Melemah di Tengah Tekanan Global
AKTUALITAS.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, (12/3/2026), menunjukkan volatilitas tinggi di awal sesi. Sempat dibuka menguat, IHSG berbalik melemah dan masuk ke zona merah pada perdagangan pagi.
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 9,45 poin atau 0,13 persen ke posisi 7.398,85. Namun tekanan jual membuat indeks berbalik arah.
Pada pukul 09.40 WIB, IHSG tercatat melemah 50,05 poin atau 0,68 persen ke level 7.339,3. Secara keseluruhan indeks berada di level 7.365,28 atau turun 24,12 poin (0,33 persen) setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian di 7.425,12 dan terendah di 7.348,72.
Pergerakan yang berbalik arah tersebut mencerminkan aksi profit taking yang cukup agresif dari pelaku pasar setelah indeks gagal bertahan di atas level psikologis 7.400.
Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 163 saham menguat, 428 saham melemah, dan 136 saham stagnan. Sementara hingga sekitar pukul 09.40 WIB, nilai transaksi mencapai Rp2,67 triliun dengan volume perdagangan 6,16 miliar saham dari lebih dari 407 ribu transaksi.
Para analis memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak konsolidatif pada sesi kedua di kisaran 7.350 hingga 7.380, dengan investor diimbau mencermati pergerakan saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang memberi tekanan pada indeks.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai ruang kenaikan IHSG menjelang libur panjang Idul Fitri relatif terbatas.
“IHSG kemungkinan akan bergerak sideways sambil mempertahankan area support kritikal di kisaran 7.335 hingga 7.120 agar tidak kembali tertembus,” ujarnya dalam kajian pasar di Jakarta.
Dari sentimen global, kenaikan harga minyak mentah turut memberi tekanan pada pasar saham. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 7,95 persen ke level 94,19 dolar AS per barel, sedangkan Brent melonjak 8,01 persen menjadi 99,35 dolar AS per barel.
Lonjakan harga energi dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global. Iran bahkan memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga 200 dolar AS per barel jika konflik terus meningkat.
Sementara itu, pergerakan indeks utama di Wall Street cenderung stabil pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Indeks S&P 500 turun tipis 0,1 persen, Dow Jones Industrial Average melemah 0,6 persen, sedangkan Nasdaq Composite masih mencatat kenaikan tipis 0,1 persen.
Dari dalam negeri, sentimen pasar juga dipengaruhi kondisi fiskal. Defisit APBN Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), yang masih sesuai dengan desain anggaran pemerintah.
Selain itu, Komisi XI DPR RI juga telah memilih Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan periode 2026–2031 bersama sejumlah anggota Dewan Komisioner lainnya yang akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPR.
Pelaku pasar kini menunggu perkembangan sentimen global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan IHSG pada sesi perdagangan selanjutnya. (Firmansyah/Mun)
-
FOTO11/03/2026 16:39 WIBFOTO: AHY Beri Bantuan Sosial untuk Ojol dan Warga Tionghoa di Masjid Babah Alun
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 17:45 WIBPenembakan di Grasberg Tewaskan Karyawan, PTFI Sampaikan Duka Mendalam
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 20:28 WIBKronologi Penembakan di Grasberg Freeport Indonesia
-
FOTO12/03/2026 04:07 WIBFOTO: Diskusi Bawaslu dan KPPDem Jelang Berbuka Puasa
-
OTOTEK11/03/2026 16:30 WIBIngin Mudik?, Berikut Tips Jika Tinggalkan Motor Listrik di Rumah
-
NUSANTARA11/03/2026 17:30 WIB34 Ekor Paus Pilot yang Terdampar di Rote Ndao Berhasil Diselamatkan
-
OLAHRAGA11/03/2026 20:00 WIB19 Bulan Absen, Mantan Juara UFC Ngannou Kembali ke Arena MMA
-
DUNIA11/03/2026 22:30 WIBPerang AS-Israel dan Iran Diperkirakan akan Terus Berlanjut

















