Connect with us

EKBIS

Bangun Dua PSN Industri Kelapa dan Pala, Maluku Tengah Siapkan Rp640 Miliar

Aktualitas.id -

Bupati Malteng Zulkarnain saat bertemu Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman. (Humas-Pemkab Malteng)

AKTUALITAS.ID – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto melalui hilirisasi komoditas perkebunan serta peningkatan produksi pertanian dalam negeri, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan membangun dua proyek nasional.

Pemkab Malteng telah menyiapkan anggaran sebesar Rp640 miliar untuk pembangunan dua Proyek Strategi Nasional (PSN) berupa industri pengolahan kelapa dan pala di kawasan Perkebunan Awaeya, Negeri Liang.

“Dua PSN tersebut masing-masing terdiri dari pabrik pengolahan kelapa terintegrasi senilai Rp500 miliar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar,” kata Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, di Ambon, Sabtu (28/3/2026).

“Selain itu juga, untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat posisi negara sebagai pemain utama agraris global,” ujarnya.

Zulkarnain mengungkapkan, untuk menyukseskan program hilirisasi tersebut, pemerintah pusat menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Menurutnya, melalui sinergi itu, PTPN berperan sebagai penghubung antara potensi petani lokal dengan teknologi industri modern serta akses pasar global.

“Rencana peletakan batu pertama kedua Proyek Strategi Nasional ini akan dilaksanakan satu hingga dua bulan ke depan dan direncanakan juga akan dihadiri oleh Presiden Prabowo,” katanya menambahkan.

Ia juga menambahkan, pabrik kelapa terintegrasi yang akan dibangun memiliki kapasitas olah hingga 300.000 butir kelapa per hari, dengan produk yang dihasilkan meliputi medium chain triglycerides (MCT), tepung kelapa, dan arang aktif yang menyasar pasar ekspor maupun domestik.

Sementara itu, pabrik pengolahan pala akan difokuskan pada produksi oleoresin berstandar tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor premium, khususnya untuk industri makanan, kosmetik, dan farmasi.

Zulkarnain menegaskan, proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan industri, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan ekonomi.

“Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat,” ucapnya.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING