Connect with us

EKBIS

Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Kamis (6/8/2026) dengan kinerja positif. Setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), didukung sentimen yang juga mendorong penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah tercatat menguat sekitar 22 poin atau 0,12 persen sehingga berada di kisaran Rp17.911 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.933 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka lebih kuat dengan apresiasi sekitar 0,14 persen ke posisi Rp17.900 per dolar AS, menandai awal perdagangan yang relatif positif di tengah dinamika pasar keuangan global.

BACA JUGA  Rupiah Melemah ke Rp16.988 per Dolar AS Hari Ini

Penguatan rupiah terjadi ketika mayoritas mata uang Asia juga bergerak di zona hijau. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 0,41 persen, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,14 persen, peso Filipina naik 0,10 persen, yen Jepang bertambah 0,06 persen, yuan China menguat 0,05 persen, dolar Singapura naik 0,05 persen, dan dolar Hong Kong terapresiasi tipis sekitar 0,01 persen.

Di kelompok mata uang negara maju, tren penguatan terhadap dolar AS juga terlihat. Poundsterling Inggris mencatat kenaikan sekitar 0,24 persen, franc Swiss menguat 0,10 persen, dolar Kanada naik 0,04 persen, euro terapresiasi 0,01 persen, sementara dolar Australia juga bergerak positif.

Pergerakan ini terjadi ketika Indeks Dolar AS (Dollar Index/DXY) tercatat melemah tipis ke level sekitar 99,525, mencerminkan berkurangnya tekanan terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

BACA JUGA  Rupiah Rebound di Tengah Dinamika Suku Bunga The Fed

Meski demikian, terdapat variasi data perdagangan pagi dari sejumlah penyedia informasi pasar yang menunjukkan fluktuasi nilai tukar dalam menit-menit awal transaksi. Perbedaan tersebut lazim terjadi karena waktu pencatatan dan sumber data yang berbeda.

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, serta sentimen eksternal lainnya yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah sepanjang sesi perdagangan.

Penguatan pada awal perdagangan ini menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik, meski arah pergerakan rupiah selanjutnya masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan aktivitas transaksi investor sepanjang hari. (Firman/Mun)

TRENDING