Connect with us

EKBIS

Rupiah Menguat ke Rp18.024

Aktualitas.id -

Ilustras, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan, Selasa (20/10/2026). Mata uang Garuda berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) meski tekanan eksternal masih membayangi pasar keuangan global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.024 per dolar AS, menguat 22 poin atau 0,12 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.046 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada pada posisi Rp17.943 per dolar AS, atau menguat 17 poin setara 0,09 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang utama kawasan kompak mencatat penguatan, termasuk yuan China yang naik 0,04 persen, peso Filipina 0,04 persen, ringgit Malaysia 0,02 persen, dolar Singapura 0,02 persen, yen Jepang 0,01 persen, serta won Korea Selatan yang melonjak 0,29 persen.

BACA JUGA  Senin Pagi, Rupiah Pepet Dolar AS di Rp 14.411/US$

Di sisi lain, dolar Hong Kong bergerak stabil tanpa perubahan berarti.

Tak hanya di Asia, mata uang utama negara maju juga menunjukkan penguatan terhadap greenback. Euro Eropa tercatat naik 0,06 persen, sementara poundsterling Inggris menguat 0,11 persen.

Pada perdagangan pagi, dolar AS juga terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang global. Mata uang Paman Sam turun 0,01 persen terhadap dolar Australia, melemah 0,06 persen terhadap euro, turun 0,02 persen terhadap dolar Singapura, dan terkoreksi 0,05 persen terhadap yuan China.

Selain itu, dolar AS juga melemah 0,01 persen terhadap yen Jepang serta turun 0,02 persen terhadap ringgit Malaysia. Namun demikian, dolar AS masih mampu menguat 0,05 persen terhadap baht Thailand.

BACA JUGA  BI Catat Aliran Modal Asing Kabur Rp12,66 T Pekan Ini

Penguatan rupiah di awal perdagangan menjadi sentimen positif bagi pasar domestik. Meski masih berada di kisaran Rp18 ribuan per dolar AS, penguatan ini menunjukkan adanya ruang pemulihan seiring melemahnya dolar terhadap sejumlah mata uang dunia dan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap aset negara berkembang.

Analis menilai pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi dinamika pasar global, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, serta arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia. Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati pergerakan dolar AS yang masih menjadi penentu utama arah rupiah dalam jangka pendek. (Firman/Mun)

TRENDING