NASIONAL
Bawaslu Sebut Ganjar Langgar Etika, BPN: Kami Dukung Bawaslu
AKTUALITAS.ID- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno angkat bicara terkait deklarasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan 31 kepala daerah yang menyatakan dukungannya untuk Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, mendukung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam persoalan tersebut. “Saya dukung Bawaslu untuk menegakkan peraturan […]
AKTUALITAS.ID- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno angkat bicara terkait deklarasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan 31 kepala daerah yang menyatakan dukungannya untuk Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, mendukung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam persoalan tersebut.
“Saya dukung Bawaslu untuk menegakkan peraturan Pemilu dengan adil dan transparan,” ujar Mardani Ali Sera seperti dilansir Republika.co.id, Senin (25/2/2019).
Wakil ketua Komisi II DPR tersebut juga menanggapi pernyataan Ganjar bahwa netralitas kepala daerah yang seharusnya menilai adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut Mardani, pernyataan politikus PDIP tersebut sebagai kesalahan.
“Kemendagri punya wewenang (menilai) kinerja Kepala Daerah. Bawaslu memang diberi wewenang untuk urus pelanggaran pemilu,” ujar Mardani.
Ia pun mengimbau ini kepada semua kepala daerah agar tidak bercabang dan fokus memimpin daerahnya masing-masinf meski mendukung pasangan calon tertentu Pilpres 2019. “Ini jadi pelajaran bagi kita semua, khususnya para kepala daerah, untuk cermat dalam melibatkan diri dalam Pilpres,” ujar Mardani.
Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah merekomendasikan pemberian sanksi kepada 31 kepala daerah yang mengikuti deklarasi dukungan paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Amin Ma’ruf. Rekomendasi tersebut diberikan karena 31 kepala daerah tersebut dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Ganjar mengaku dirugikan atas pernyataan Bawaslu, terkait dengan putusan pelanggaran etika 31 kepala daerah di Jawa Tengah. Untuk itu, ia pun meminta agar Bawaslu Provinsi Jawa Tengah bisa lebih profesional dalam menangani berbagai laporan terkait dengan dugaan pelanggaran Pemilu.
“Karena ini sudah menjadi diskursus di tingkat publik dan merugikan saya, maka saya minta Bawaslu profesional sedikit dong,” ujar Ganjar.
-
NASIONAL19/05/2026 18:30 WIBBukan Lagi Fokus Jaga Pertahanan, TNI Kini Urus Jagung dan Kedelai
-
NUSANTARA19/05/2026 19:00 WIBWNA Belanda Penanam Ganja Hidroponik di Denpasar Dituntut 9 Tahun Penjara
-
NUSANTARA19/05/2026 21:15 WIBDiduga Aniaya Warga di Warkop Palembang, Pengusaha Fashion Karpet Dipolisikan
-
NUSANTARA19/05/2026 20:00 WIBDitetapkan Tersangka Penipuan, Anak Pemilik Perumahan Botanica Residence Palembang Bantah Tipu Pembeli
-
EKBIS19/05/2026 16:30 WIBRp8,34 Miliar Uang Layak Edar Didistribusikan ke Lima Pulau di NTB
-
NASIONAL19/05/2026 18:00 WIBDewan Pers Desak RI Tempuh Diplomasi Khusus usai Tiga Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel
-
NUSANTARA20/05/2026 06:30 WIBNenek 79 Tahun Meregang Nyawa Usai Dianiaya di Rumah Elite Bandung
-
EKBIS20/05/2026 10:30 WIBRupiah Hancur Lepas Rp17.700 di Hari Kebangkitan Nasional

















