NASIONAL
Jubir PCO Minta Maaf Usai Gunakan Diksi ‘Rakyat Jelata’ dalam Kasus Gus Miftah
AKTUALITAS.ID – Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Adita Irawati meminta maaf kepada publik atas penggunaan diksi yang dianggap kurang tepat, yakni “rakyat jelata”, dalam menanggapi kasus yang melibatkan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. Pernyataan tersebut disampaikan Adita terkait polemik yang muncul setelah Gus Miftah mengolok-olok seorang pedagang es teh bernama Sunhaji.
Melalui akun Instagram resmi PCO, Adita menyatakan, “Saya memahami, diksi yang saya gunakan dianggap kurang tepat. Untuk itu secara pribadi saya memohon maaf atas kejadian ini yang menyebabkan kontroversi di masyarakat.” Adita juga mengungkapkan bahwa penggunaan kata “rakyat jelata” sesuai dengan arti yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang berarti rakyat biasa, dan tidak bermaksud merendahkan pihak lain.
Adita menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niatan buruk saat menggunakan diksi tersebut dan akan lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan di masa depan. “Kami akan terus introspeksi diri dan akan lebih hati-hati dalam menggunakan bahasa,” ujarnya.
Sebelumnya, Adita menggunakan kata “rakyat jelata” saat memberikan penjelasan tentang kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang sering kali memihak pada rakyat kecil, merespons komentar Gus Miftah yang dianggap menghina pedagang es teh tersebut. (Enal Kaisar)
-
NASIONAL21/08/2026 09:00 WIBMA Larang Kasasi Putusan Bebas
-
EKBIS21/08/2026 09:30 WIBIHSG Naik 22 Poin di Awal Perdagangan
-
POLITIK21/08/2026 07:00 WIBDede Yusuf: Para Sekjen Parpol Sudah Bertemu Bahas RUU Pemilu
-
DUNIA20/08/2026 15:00 WIBIsrael Akui Tank Tembak Mobil Hind Rajab
-
NASIONAL20/08/2026 19:00 WIBDewan Pers: 50 Wartawan Terjerat UU ITE & KUHP
-
NUSANTARA21/08/2026 07:30 WIBAsap Karhutla di Kalteng Picu 66 Ribu Kasus ISPA
-
NASIONAL21/08/2026 10:00 WIBRektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjerat OTT KPK
-
DUNIA20/08/2026 18:00 WIBIran Targetkan Kabel Bawah Laut Hormuz Jika Trump Nekat Serang

















