NASIONAL
Kepala BIN dan Bappisus Menghadap Presiden di Istana
AKTUALITAS.ID – Gelombang demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil yang bergulir sejak akhir Agustus 2025 menyuarakan “17+8 Tuntutan Rakyat” dengan dua tenggat waktu berbeda, jangka pendek satu minggu (hingga 5 September 2025) dan jangka panjang satu tahun (hingga 31 Agustus 2026).
Dalam jangka pendek, demonstran menuntut pemerintah segera membentuk tim investigasi independen atas kasus kekerasan aparat, menghentikan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil, membebaskan demonstran yang ditahan, serta menindak tegas anggota aparat yang melakukan pelanggaran HAM.
Selain itu, mereka menyoroti hak istimewa DPR, dengan desakan agar kenaikan gaji dan fasilitas baru dibatalkan, harta kekayaan anggota DPR diselidiki KPK, serta Badan Kehormatan DPR memproses anggota yang melecehkan aspirasi rakyat.
Hari ini Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, setelah demonstrasi mulai mereda.
Kepala BIN Muhammad Herindra tiba sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan kemeja batik cokelat seraya membawa lembaran berkas yang ia kepit.
“Tentunya, ada informasi yang harus saya sampaikan kepada Presiden. Itu saja,” Ujar Herindra saat ditanya terkait agenda pembahasan rapat pasca-kericuhan demonstrasi yang belakangan ini terjadi, Kamis (4/9/2025).
Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto yang tiba lebih dulu sekitar pukul 12.30 WIB juga hadir memenuhi panggilan ke Istana Kepresidenan Jakarta.
Aris yang berkemeja putih dengan balutan celana hitam berjalan bergegas setelah menyampaikan keterangan singkat kepada awak media di sekitar area Pilar Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Ya tentunya lah, dengan perkembangan dinamika saat ini. Pada prinsipnya Presiden kan selalu memberikan seluruh elemen bangsa untuk kita bersatu. Karena persatuan itu kunci Indonesia untuk maju,” katanya saat ditanya maksud kedatangannya ke Istana Jakarta.
Ia menyatakan bahwa situasi nasional pasca-demonstrasi anarkis di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya telah terkendali dan aman.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersikap responsif terhadap aspirasi para demonstran, tapi tidak semua tuntutan bisa dipenuhi sekaligus.
“Sebagian apa yang diminta oleh para pendemo, oleh masyarakat, tentu selalu didengar oleh Presiden dan Presiden juga tentu sedapat mungkin telah mendengarkan itu, kemudian memenuhi apa yang diminta,” katanya saat memenuhi panggilan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Menurut Wiranto, sebagian besar aspirasi yang disampaikan melalui aksi unjuk rasa telah diperhatikan oleh Presiden. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua tuntutan bisa dipenuhi sekaligus.
“Tentunya, tidak serentak ya semua dipenuhi. Kalau semua permintaan dipenuhi kan juga repot. Oleh karena itu, tentu kita serahkan saja kepada Presiden,” ujarnya.
Wiranto menambahkan, dirinya pada hari ini juga dijadwalkan melaporkan langsung kepada Presiden untuk membicarakan langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah dalam merespons dinamika yang berkembang.
Ia memastikan bahwa Kepala Negara sangat memperhatikan harapan rakyat dan berupaya menindaklanjutinya secara proporsional.
Di sisi lain, Wiranto mengimbau agar seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak bersikap emosional dalam menyikapi situasi.
“Kalau semuanya bisa nahan diri, semuanya baik-baik saja,” katanya.
(Ari Wibowo/goeh)
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
NUSANTARA04/07/2026 07:30 WIBGempa M4,5 Guncang Waikabubak Tengah Malam
-
NUSANTARA04/07/2026 12:30 WIBBadan Geologi Naikkan Status Anak Krakatau ke Level III
-
RIAU03/07/2026 23:00 WIBMahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Teluk Pambang Kelola TOGA dan Pupuk Organik
-
POLITIK04/07/2026 07:00 WIBPDIP Sebut Cerita Jokowi Sulit Dipercaya
-
OTOTEK04/07/2026 09:30 WIBNASA: Bumi Bergerak Mengelilingi Titik yang Berbeda
-
OTOTEK03/07/2026 22:30 WIBApple Siap Ikuti Verifikasi Pemerintah RI atas 14 Layanan Digital PP TUNAS
-
POLITIK04/07/2026 10:00 WIBPAN Copot Syah Afandin Usai Terjaring OTT KPK

















