NASIONAL
Benteng Pertahanan Bocor? DPR Kecam Keras Oknum TNI yang Diduga Jadi Pemasok Amunisi KKB
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, melontarkan kecaman keras menyusul dugaan keterlibatan dua oknum anggota TNI dalam penjualan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, Papua. Politisi Fraksi PKB ini menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan tingkat tinggi terhadap negara yang tidak bisa ditoleransi.
Kabar mengenai dugaan jual-beli amunisi ini pertama kali heboh di media sosial sebelum akhirnya dikonfirmasi sedang dalam penyelidikan oleh Kodam XVII/Cenderawasih.
“Kalau benar ada anggota TNI yang terlibat menjual amunisi kepada KKB, itu adalah pengkhianatan terhadap negara. Tidak ada kompromi untuk tindakan seperti ini,” tegas Rizal melalui keterangan persnya pada Rabu (1/10/2025) malam.
Ia mendesak Pimpinan TNI untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan. Menurutnya, jika terbukti bersalah, oknum tersebut harus dijatuhi hukuman maksimal untuk memberikan efek jera.
“Kita semua tahu KKB telah banyak menimbulkan korban, baik dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat keamanan. Jangan sampai ada oknum yang justru memperkuat posisi KKB dengan cara-cara kotor. Hukumannya harus maksimal,” ujarnya.
Desak Perketat Pengawasan Internal
Lebih dari sekadar penghukuman, Rizal menyoroti adanya potensi kelemahan dalam sistem pengawasan internal TNI. Ia meminta agar mekanisme distribusi dan kontrol senjata serta amunisi, terutama di daerah rawan konflik seperti Papua, segera dievaluasi dan diperketat.
Menurutnya, lemahnya kontrol bisa menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk menyalahgunakan wewenang mereka.
“Pengawasan harus diperketat, rantai distribusi amunisi harus jelas dan terkontrol. TNI adalah benteng pertahanan rakyat. Jika ada oknum yang bermain di dalam, maka benteng itu bisa runtuh dari dalam. Itu yang harus dicegah bersama-sama,” tegasnya.
DPR Akan Terus Mengawal
Sebagai anggota komisi yang membidangi pertahanan, Syamsu Rizal berkomitmen pihaknya akan terus mengawasi perkembangan kasus ini. DPR, menurutnya, berkepentingan untuk memastikan institusi pertahanan negara tetap bersih, solid, dan profesional.
Sebelumnya, Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, pada Selasa (30/9/2025), telah menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki dan mengonfirmasi dugaan keterlibatan personel TNI dalam peristiwa tersebut.
“Jangan ada yang main-main dengan kedaulatan bangsa. Ini menyangkut harga diri negara,” tutup Rizal. (Ari Wibowo/Mun)
-
POLITIK13/10/2026 06:00 WIBPKS Belum Putuskan Prabowo 2029
-
POLITIK12/10/2026 17:00 WIBDemokrat Tak Tutup Pintu Soal Impeachment Gibran
-
JABODETABEK13/10/2026 05:30 WIBBMKG: Selasa Jakarta Berawan Seharian
-
POLITIK12/10/2026 19:00 WIBPKB: Prabowo Layak Pimpin Indonesia Dua Periode
-
EKBIS13/10/2026 05:00 WIBRahasia Angin Sudah Dijelaskan Al-Qur’an 14 Abad Lalu
-
POLITIK13/10/2026 13:00 WIBNasDem Kaji Aspirasi Daerah Sebelum Sikapi Polemik Ijazah Gibran
-
EKBIS12/10/2026 20:00 WIBEkonom Sebut RUU Migas Berpotensi Amputasi Pertamina
-
POLITIK13/10/2026 11:00 WIBPAN Tegaskan Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Cawapres Diserahkan ke Capres

















