Connect with us

NUSANTARA

Isu Mogok Sopir Picu Kelangkaan BBM di Sumut

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta ai

AKTUALITAS.ID – Krisis distribusi BBM di Sumatera Utara semakin menjadi perhatian setelah terungkap bahwa armada pengangkut bahan bakar tidak dapat beroperasi secara maksimal akibat berkurangnya jumlah pengemudi menyusul kebijakan pemberhentian massal sopir truk tangki.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Sejumlah SPBU di Kota Medan kehabisan stok, antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan, bahkan tidak sedikit pengendara yang harus mendorong motornya karena kehabisan bensin saat berburu Pertalite.

Di tengah situasi tersebut, media sosial diramaikan video yang memperlihatkan deretan mobil tangki BBM milik Pertamina Patra Niaga terparkir di area depot pada Selasa (14/7/2026). Rekaman itu memicu berbagai spekulasi karena muncul ketika warga kesulitan memperoleh BBM.

“Info terkini, parkiran depot penuh. Pasti banyak SPBU yang mengeluh karena pengiriman lambat. Untuk SPBU yang belum dikirim, mohon bersabar,” ujar perekam dalam video yang beredar luas.

BACA JUGA  Polisi Tangkap DJ Sekaligus Selebgram di Medan

Unggahan lain di media sosial menyebut gangguan distribusi diduga dipicu aksi mogok kerja sopir mobil tangki yang berkaitan dengan persoalan pembayaran upah oleh vendor. Namun hingga berita ini diterbitkan, PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga maupun pihak vendor belum memberikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi ataupun membantah narasi tersebut.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan yang diterima pemerintah dari pihak Pertamina, kendala utama distribusi terjadi karena jumlah pengemudi armada truk tangki berkurang setelah adanya kebijakan pemberhentian massal. Akibatnya, proses pengiriman BBM dari depot menuju SPBU tidak berjalan normal sehingga pasokan ke sejumlah wilayah mengalami keterlambatan.

Di lapangan, dampaknya terlihat nyata. SPBU di Jalan Willem Iskandar dan Simpang Yos Sudarso terpaksa menghentikan pelayanan karena stok BBM habis dan belum menerima kiriman baru.

BACA JUGA  Jalankan Program Presisi dengan Baik, Komisi III Apresiasi Polda Sumut

“Tangki kosong, kiriman belum datang. Belum tahu kapan bisa melayani lagi,” kata salah seorang petugas SPBU.

Beberapa SPBU lain masih beroperasi, tetapi hanya menjual Pertamax. Pengendara yang mencari Pertalite diminta mencari SPBU lain yang masih memiliki persediaan.

Situasi serupa terjadi di SPBU Jalan Putri Hijau. Antrean kendaraan membentang panjang hingga ke ruas jalan utama. Banyak pengendara memilih membatalkan antrean karena waktu tunggu yang terlalu lama.

Di sejumlah titik, warga bahkan terlihat mendorong sepeda motor yang mogok setelah berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mencari BBM. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Bilal dan Glugur yang disebut telah kehabisan stok.

BACA JUGA  32 Kendaraan ODOL di Tol Belmera Ditindak

“Sudah keliling dari tadi pagi. Motor mati di jalan, untung sampai sini,” ujar seorang pengendara yang mengaku belum pernah mengalami situasi seperti ini selama tinggal di Medan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan persoalan yang terjadi bukan karena stok BBM nasional menipis, melainkan akibat terganggunya distribusi. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan panic buying sambil menunggu proses distribusi kembali berjalan normal.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga maupun pihak vendor mengenai alasan di balik pemberhentian massal pengemudi armada truk tangki serta langkah konkret yang akan diambil untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara. (Kusuma/Mun)

TRENDING