Connect with us

NUSANTARA

Lansia 74 Tahun Tewas Saat Bakar Daun Jati di Ladang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Peristiwa tragis menimpa seorang lansia bernama Katini (74), warga Dusun Bringin, Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Korban meninggal dunia setelah tersambar kobaran api saat membakar sampah daun jati kering di ladang miliknya, Selasa (6/10/2026).

Kejadian memilukan itu pertama kali diketahui warga sekitar pada pagi hari. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat terdengar berteriak meminta pertolongan saat api mulai membakar tubuhnya.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, mengatakan salah seorang saksi sebelumnya melihat korban sedang membersihkan lahan dengan cara membakar tumpukan daun jati kering.

“​​Sebelumnya saksi melihat korban sedang membakar daun jati kering di lahannya, tak lama kemudian korban berteriak minta tolong,” kata Nanang.

BACA JUGA  200 Tukang Becak Terima Bantuan Becak Listrik Presiden

Mendengar teriakan tersebut, saksi berusaha mendekati lokasi. Namun saat tiba di tempat kejadian, korban sudah tergeletak di tanah dengan api masih menyala di sebagian tubuhnya.

Karena panik, saksi segera meminta bantuan warga lainnya. Warga yang datang kemudian berupaya memberikan pertolongan sekaligus melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis dari Puskesmas Pagerwojo.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban. Luka yang dialami murni akibat kobaran api yang menyambar tubuh korban saat membakar sampah di lahan tersebut.

BACA JUGA  Akibat Longsor, 2 Warung di Rest Area JLS Tulungagung Jatuh ke Jurang

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Tulungagung bersama petugas medis Puskesmas Pagerwojo, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban mengalami luka bakar serius hingga lebih dari 80 persen,” ujar Nanang.

Luka bakar yang sangat parah membuat nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Peristiwa ini pun langsung meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dan jenazah sudah diserahkan untuk dimakamkan,” pungkas Nanang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah atau membersihkan lahan dengan api, terutama pada musim kering ketika kobaran api dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  Oknum TNI Koramil Pakel Ditangkap Usai Bobol Enam Minimarket

TRENDING