Connect with us

NUSANTARA

Darurat Asap! Kualitas Udara Kalteng Masuk Level Mematikan

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ia

AKTUALITAS.ID – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kian mengkhawatirkan. Kabut asap yang semakin pekat kini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mengubah warna langit menjadi kekuningan dan memicu gangguan kesehatan di sejumlah wilayah.

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Warga mengaku kesulitan bernapas, mengalami iritasi mata, hingga merasa aktivitas di luar ruangan semakin tidak nyaman akibat paparan asap tebal yang terus menyelimuti kawasan tersebut.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Barat, kualitas udara saat ini telah masuk kategori sangat berbahaya. Tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi indikator memburuknya kondisi lingkungan akibat karhutla.

“Betul, kondisi dari data pantauan PM2.5 BMKG, kualitas udara dalam kategori sangat berbahaya. Hal ini selaras dengan kondisi asap dari karhutla yang semakin tebal,” ujar petugas BMKG Kotawaringin Barat, Afif Rowina Khairim, Selasa (13/10/2026).

BACA JUGA  DPR Minta KLB Kabut Asap Ditetapkan

Warga Kampung Baru, Samsul Hadi, mengatakan kondisi asap saat ini merupakan yang terburuk dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, asap tidak lagi tampak putih seperti biasanya, tetapi berubah menjadi kekuningan dan semakin menyengat.

“Beberapa hari kemarin sudah parah, hari ini terparah. Sesak napas, mata pedih. Asapnya bukan putih lagi, tetapi sudah menguning,” ungkap Samsul.

Keluhan serupa juga disampaikan Rohmat, warga Pasir Panjang. Ia mengaku melihat kabut asap berwarna kuning menyelimuti jalan-jalan yang dilaluinya. Selain mengganggu jarak pandang, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.

PM2.5 sendiri merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang mampu masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru. Paparan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, memperburuk asma, hingga memicu penyakit serius lainnya.

BACA JUGA  Bakar Lahan 180 Hektare, Seorang Pria di Bengkalis Ditangkap

Di tengah memburuknya kondisi udara, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyatakan situasi karhutla di wilayahnya belum dapat dikategorikan sebagai bencana nasional. Menurutnya, penetapan status tersebut memiliki syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi pemerintah pusat.

“Bencana nasional itu ada ketentuannya, tidak sembarang angka,” kata Agustiar.

Meski belum berstatus bencana nasional, skala kebakaran di Kalimantan Tengah tergolong sangat besar. Pemerintah provinsi mencatat hampir 6.000 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar diperkirakan telah melampaui 18.000 hektare.

Dampaknya mulai dirasakan di berbagai sektor, mulai dari terganggunya aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi hingga meningkatnya kasus gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Agustiar menegaskan bahwa keputusan menetapkan status bencana nasional berada di tangan pemerintah pusat setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi yang terjadi di berbagai daerah.

BACA JUGA  27 Hari Tangani Karhutla Riau, Kerumutan Kini Zero Titik Hotspot

Sementara itu, Pemprov Kalimantan Tengah terus melakukan berbagai upaya mitigasi untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan rumah oksigen sebagai fasilitas bantuan pernapasan bagi warga yang terdampak.

Dengan kualitas udara yang kini masuk kategori sangat berbahaya dan kabut asap yang semakin pekat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker pelindung, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi akibat paparan asap karhutla. (Kusuma/Mun)

TRENDING