Connect with us

OLAHRAGA

Shin Tae-yong Buka Suara soal Larangan Melatih 10 Tahun dari KFA Korea Selatan

Aktualitas.id -

Shin Tae-Yong

AKTUALITAS.ID – Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong tengah menjadi sorotan setelah Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan sanksi disiplin terhadap dirinya terkait dugaan insiden saat menangani Ulsan HD pada 2025. Meski menghadapi persoalan hukum olahraga di negara asalnya, pelatih asal Korea Selatan itu memastikan tetap fokus menjalankan tugas bersama Persija Jakarta.

Laporan media Korea Selatan, Yonhap News TV, menyebut Komite Disiplin KFA telah menggelar sidang dan memutuskan memberikan sanksi kepada Shin Tae-yong. Namun, rincian lengkap mengenai bentuk hukuman tersebut belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Sejumlah laporan menyebut mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu terancam larangan melatih hingga 10 tahun di Korea Selatan. Sanksi tersebut dikaitkan dengan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang pemain ketika Shin Tae-yong masih menangani Ulsan HD.

BACA JUGA  Fakhri Husaini: Hanya Persiapan Dua Bulan, Jatim Bisa Rebut Emas Sepak Bola

“Baru-baru ini Komite Disiplin menggelar sidang dan memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada mantan pelatih Shin Tae-yong,” ujar seorang pejabat KFA yang dikutip Yonhap News TV.

Dugaan Insiden di Ulsan HD dan Respons Shin Tae-yong

Kasus tersebut disebut bermula dari video yang viral saat Shin Tae-yong diperkenalkan sebagai pelatih baru Ulsan HD pada Agustus 2025. Dalam video itu, Shin terlihat menampar pipi bek Jeong Seung-hyeon dalam acara perkenalan tim.

Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian publik Korea Selatan. Tidak lama setelah itu, performa Ulsan HD mengalami penurunan hingga berada dalam ancaman degradasi. Klub akhirnya mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong sekitar dua bulan setelah penunjukannya.

Selain dugaan tindakan kekerasan terhadap pemain, sejumlah isu lain juga dikaitkan dengan proses disiplin tersebut, termasuk dugaan perselisihan internal dengan pemain serta persoalan aktivitas di luar agenda tim.

BACA JUGA  Indra Sjafri Kembali Nahkodai Timnas U23 untuk SEA Games 2025

Sebelumnya, Pusat Etika Olahraga Korea di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan juga dikabarkan telah memberikan sanksi terhadap Shin Tae-yong pada Mei 2026. Keputusan itu kemudian disebut menjadi dasar bagi KFA untuk melakukan proses disiplin internal.

Menanggapi kabar tersebut, Shin Tae-yong mengaku memiliki pandangan berbeda terhadap keputusan yang dijatuhkan kepadanya. Ia merasa masih ada sejumlah hal yang belum berjalan secara adil dalam proses tersebut.

“Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya,” ujar Shin Tae-yong seperti dikutip Channel A.

Pelatih berusia 55 tahun itu menyebut dirinya sempat mempertimbangkan untuk mengajukan banding. Namun, ia memilih menahan diri karena khawatir persoalan tersebut berdampak kepada pemain dan kondisi sepak bola Korea Selatan.

BACA JUGA  Catat Sejarah, Indonesia U-23 Kalahkan Korsel dalam Drama Adu Penalti

“Namun, jika saya angkat bicara, murid-murid saya bisa ikut terdampak dan situasi sepakbola di Korea Selatan juga sedang tidak baik,” kata Shin.

Ia memilih menerima konsekuensi yang ada sambil tetap menjalankan tanggung jawab profesionalnya bersama Persija Jakarta. Shin Tae-yong menegaskan fokusnya kini adalah mempersiapkan skuad Macan Kemayoran menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

“Saya memilih untuk menanggung semuanya,” tuturnya.

Sanksi dari KFA tersebut diketahui hanya berlaku di wilayah Korea Selatan sehingga tidak secara langsung memengaruhi status Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta. Ia masih terikat kontrak bersama klub ibu kota tersebut hingga 2029.

Saat ini, Shin Tae-yong tengah memimpin persiapan Persija menghadapi Piala Presiden 2026. Persija tergabung di Grup B bersama Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan juara bertahan Port FC.

TRENDING