FOTO
FOTO: Pemerintah Genjot Pembangunan Hunian Layak di NTT
AKTUALITAS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan plakat kepada Wakil Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena usai rapat penguatan sinergi program perumahan bersama Taspen dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pertemuan strategis di Jakarta, Selasa 21 April 2026.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam percepatan penyediaan hunian layak di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk bersama PT Taspen dan pemerintah daerah setempat.
Menteri yang akrab disapa Ara tersebut menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor pendukung menjadi kunci dalam menjawab tantangan penyediaan perumahan, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga memastikan peningkatan alokasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di NTT. Setiap kabupaten/kota di wilayah tersebut ditargetkan memperoleh minimal 500 unit bantuan.
Dengan total 22 kabupaten/kota, NTT diproyeksikan menerima sekitar 11.000 unit BSPS pada 2026. Program ini difokuskan untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah. AKTUALITAS.ID/ Dede Kurniawan
-
POLITIK24/07/2026 07:00 WIBPrabowo Tuding Wartawan Londo Ireng
-
NASIONAL23/07/2026 20:30 WIBAbraham Samad: Prabowo Harus Awasi Proses Hukum Dugaan Korupsi Febrie
-
POLITIK23/07/2026 17:43 WIBGatot Nurmantyo Ingatkan Prabowo Waspadai “Echo Chamber” di Istana
-
DUNIA23/07/2026 22:00 WIBHouthi Paksa Kapal di Laut Merah Putar Balik
-
EKBIS23/07/2026 18:30 WIBRegulasi Berbelit Bikin Dana Lingkungan Rp22 Triliun Tak Terpakai
-
EKBIS23/07/2026 18:00 WIBMentan Amran Targetkan Swasembada Gula Putih Tercapai dalam Dua Tahun
-
NUSANTARA23/07/2026 20:00 WIBTekan Kriminalitas Jalanan, Bandung Terapkan Jam Malam Pelajar dan Patroli Bersenjata
-
EKBIS23/07/2026 21:00 WIBJumhur Hidayat Dorong Perusahaan Bentuk Divisi Biodiversitas dan Perdagangan Karbon

















