RAGAM
Wajib Tahu! Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Higienis
AKTUALITAS.ID – Momen Idul Adha identik dengan pembagian dan pengolahan daging kurban. Banyak orang langsung memasaknya, namun tidak sedikit yang menyimpan daging tersebut untuk beberapa hari ke depan. Tapi, bagaimana cara menyimpan daging kurban agar tetap segar dan higienis? Apakah perlu mencuci daging sebelum dimasukkan ke kulkas?
Menurut para chef profesional, mencuci daging kurban sebelum disimpan memang disarankan untuk memastikan kebersihan, terutama jika daging berasal dari tempat yang kurang higienis seperti jalanan atau taman. Chef Stefu Santoso menyarankan, “Daging sebaiknya dicuci bersih dan dilap sampai kering, lalu disimpan dalam wadah kedap udara atau dibekukan.”
Suhu penyimpanan yang tepat juga penting. Untuk penyimpanan jangka pendek maksimal tiga hari, suhu kulkas idealnya berada di sekitar 0°C hingga +2°C. Jika ingin menyimpan lebih lama, sebaiknya daging dibekukan agar tetap awet dan segar.
Selain itu, pemisahan antara daging sapi dan kambing sangat dianjurkan untuk menghindari aroma tidak sedap dan memudahkan pengolahan. Penggunaan wadah kedap udara seperti kontainer tertutup atau vacuum-pack juga sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas daging.
Dengan mengikuti tips ini, daging kurban bisa tetap segar dan aman dikonsumsi, serta menjaga kualitas dan kebersihannya selama disimpan di rumah. (Mun)
-
NASIONAL20/07/2026 07:00 WIBEddy Soeparno Desak Reformasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
-
POLITIK20/07/2026 13:00 WIBPDIP Desak BGN Buka Data Kader yang Diduga Terlibat MBG
-
OASE20/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an: Jangan Jadikan Harta Haram Jalan Kaya
-
DUNIA20/07/2026 12:00 WIBMojtaba Khamenei: Amerika Akan Menyesal Jika Konflik Terus Dipicu
-
NASIONAL20/07/2026 10:00 WIBBawaslu Tantang Mahasiswa Adu Argumen Soal Hukum Pemilu
-
JABODETABEK20/07/2026 05:30 WIBBMKG Ramal Hujan Ringan Guyur Jantung Ibu Kota Hari Ini
-
NASIONAL20/07/2026 11:00 WIBDPR Minta Hotman Stop Bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie
-
NASIONAL20/07/2026 06:00 WIBMenteri ATR: Jangan Biarkan Lahan Produktif Hilang

















