Connect with us

RAGAM

Persaingan SD Negeri dan Biaya Swasta Bikin Orang Tua Serba Salah

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua kembali menghadapi dilema dalam menentukan sekolah untuk anak. Persaingan masuk sekolah negeri yang semakin ketat, ditambah biaya sekolah swasta yang relatif tinggi, membuat proses pencarian sekolah tidak lagi sederhana.

Sejumlah orang tua mengaku harus mempersiapkan berbagai alternatif sejak jauh hari karena terbatasnya kuota di sekolah negeri. Sistem penerimaan berbasis zonasi, afirmasi, hingga mutasi membuat sebagian calon siswa tidak selalu lolos ke sekolah yang diharapkan.

“Sekarang tidak bisa hanya mengandalkan satu pilihan, karena kemungkinan ditolak juga besar,” ujar seorang wali murid di Jakarta.

Selain faktor seleksi, aturan usia masuk SD yang diatur dalam regulasi terbaru juga menjadi salah satu tantangan bagi orang tua. Anak yang belum memenuhi batas usia harus melalui penilaian kesiapan psikologis sebelum dapat diterima.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua akhirnya beralih ke sekolah swasta sebagai alternatif utama. Namun pilihan ini tidak lepas dari tantangan biaya yang lebih tinggi, mulai dari uang pangkalan, seragam, hingga biaya kegiatan sekolah.

“Untuk masuk SD swasta saya harus menyiapkan lebih dari Rp6 juta di awal,” kata seorang orang tua siswa.

Ia menambahkan, biaya tersebut belum termasuk biaya tahunan dan kegiatan tambahan yang sering muncul selama masa pendidikan.

Di sisi lain, orang tua tetap berharap kualitas pendidikan dasar dapat diakses secara merata tanpa membebani ekonomi keluarga. Banyak yang menilai pendidikan dasar seharusnya menjadi layanan publik yang mudah dijangkau semua lapisan masyarakat.

“Yang kami butuhkan sebenarnya sekolah yang layak dan terjangkau, bukan yang serba mahal,” ujar orang tua lainnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan pendidikan dasar tidak hanya berkaitan dengan sistem seleksi, tetapi juga menyangkut kesiapan ekonomi keluarga dalam menghadapi tahun ajaran baru.

TRENDING