Connect with us

EKBIS

Kurs Rupiah Menghijau di Tengah Penguatan DXY

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. Penguatan terjadi di tengah indeks dolar AS yang masih berada di zona hijau di pasar global.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.830 per dolar AS atau menguat 0,15%. Posisi ini membalikkan pelemahan tajam pada penutupan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,57% di level Rp16.855 per dolar AS.

Sementara itu, data Bloomberg mencatat rupiah berada di posisi Rp16.860 per dolar AS, naik delapan poin atau 0,05% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.868 per dolar AS.

Mengutip Yahoo Finance, rupiah tercatat di level Rp16.843 per dolar AS. Namun, jika dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin di Rp16.774 per dolar AS, posisi ini masih menunjukkan pelemahan secara harian.

BACA JUGA  Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp16.910 per Dolar AS, Analis Prediksi Bisa Tembus Rp17.000

Indeks dolar AS (DXY) hingga pukul 09.00 WIB tercatat naik 0,11% ke level 98,490. Pada perdagangan Senin (2/3/2026), DXY bahkan ditutup menguat signifikan 0,79% di posisi 98,381.

Penguatan dolar AS secara global terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia serta dinamika geopolitik yang masih memanas.

Hingga pukul 09.00 WIB, mayoritas mata uang Asia bergerak bervariasi.

Yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah melonjak 0,31%. Disusul won Korea Selatan yang rebound 0,17%, serta dolar Singapura yang naik 0,11%.

Yen Jepang juga tercatat menguat tipis 0,04% terhadap dolar AS.

Sebaliknya, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,14%. Peso Filipina tertekan 0,05%, dolar Taiwan terkoreksi 0,04%, dan ringgit Malaysia melemah 0,01%. Dolar Hong Kong turut melemah tipis 0,001%.

BACA JUGA  Rupiah Menghijau Tipis, Yen Jepang Jadi Juara Asia Saat Peso Filipina Justru Anjlok

Analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, sentimen global, serta kondisi ekonomi domestik. Stabilitas pasar keuangan global dan arus modal asing menjadi faktor kunci dalam menjaga penguatan rupiah di tengah tekanan eksternal. (Firmansyah/Mun)

TRENDING