NASIONAL
Kapolri Perintahkan Hajar Jaringan Narkoba yang Ancam Nyawa Petugas
AKTUALITAS.ID – Gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, saat operasi penangkapan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, memicu respons tegas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terukur terhadap bandar maupun gembong narkoba yang melakukan perlawanan dan membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat.
“Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat,” tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jumat (3/7/2026).
Menurut Kapolri, jaringan narkotika merupakan ancaman serius yang harus diberantas karena merusak masa depan bangsa dan menghancurkan generasi muda Indonesia.
“Bandar narkoba adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang dapat merusak generasi bangsa,” ujarnya.
Kapolri juga menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika menjadi semakin penting menjelang momentum bonus demografi Indonesia. Karena itu, aparat diminta tidak memberi ruang bagi jaringan narkoba untuk berkembang.
Operasi Berujung Tragedi
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan insiden bermula pada Rabu (1/7) malam saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO, yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan untuk melakukan penangkapan.
Operasi awalnya berjalan sesuai rencana dan target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang.
Kondisi semakin tidak terkendali ketika massa terus berdatangan dan menyerang petugas menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan. Dalam situasi tersebut, personel terpaksa menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan.
Sebagian anggota bahkan harus berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari serangan massa.
Dalam insiden itu, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia akibat luka yang diduga disebabkan senjata tajam. Sementara dua anggota lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan dalam pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena memperlihatkan tingginya risiko yang dihadapi aparat saat memberantas jaringan narkotika. Polri menegaskan akan terus memburu para pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap petugas serta memperkuat upaya pemberantasan peredaran narkoba di berbagai wilayah Indonesia. (Bowo/Mun)
-
RAGAM03/07/2026 13:30 WIBPengamat SDI: Indonesia Tak Akan Maju Tanpa Pendidikan dan Kesehatan Merata
-
POLITIK03/07/2026 16:30 WIBSaid Didu Sebut Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan
-
POLITIK03/07/2026 11:00 WIBPuan Tegaskan DPR Hormati Putusan MK Soal Pilkada
-
NASIONAL03/07/2026 16:00 WIBOTT Bupati Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Kemenhut
-
NASIONAL03/07/2026 20:30 WIBPuan Minta Penunjukan Komisaris Berdasarkan Kompetensi
-
NUSANTARA03/07/2026 15:30 WIBDetik-Detik Pesawat PT AMA Dibakar KKB Usai Mendarat
-
POLITIK03/07/2026 19:30 WIBSyarat Capres-Cawapres Diusung Tiga Partai Dinilai akan Hambat Figur Potensial
-
POLITIK03/07/2026 19:00 WIBKomisi II DPR Usul Gaji Kepala Daerah Dinaikkan

















