Connect with us

DUNIA

AS Sesumbar Militer Iran Hancur Lebur Dihantam ‘Operation Epic Fury’

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Mesin perang Iran diklaim ambruk total. Amerika Serikat menyatakan “Operation Epic Fury” sukses menghancurkan tulang punggung militer Teheran hanya dalam waktu kurang dari 40 hari. Pentagon bahkan menyebut Iran kini tak lagi memiliki kemampuan melancarkan serangan rudal besar-besaran maupun menopang jaringan proksi bersenjata di Timur Tengah.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan bahwa kekuatan militer Iran berada pada titik terlemah dalam beberapa dekade terakhir setelah digempur lewat operasi militer besar bertajuk Operation Epic Fury.

Dalam kesaksian panas di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom), Laksamana Brad Cooper, menyebut operasi tersebut berhasil menghantam pusat kekuatan strategis Iran secara telak dan sistematis.

Menurut Cooper, pasukan AS mencapai target utama hanya dalam kurun kurang dari 40 hari sejak operasi dimulai pada akhir Februari 2026. Ia menegaskan keberhasilan itu merupakan hasil perencanaan militer berbulan-bulan dengan dukungan penuh sekutu regional Washington.

“Iran hari ini tidak lagi memiliki kemampuan untuk menyerang dengan massa dan skala seperti sebelumnya,” tegas Cooper di Capitol Hill, Jumat (15/5/2026).

Salah satu pukulan paling mematikan dalam operasi tersebut adalah hancurnya infrastruktur rudal dan industri pertahanan Iran. Pentagon mengklaim sekitar 90 persen fasilitas produksi senjata strategis Iran telah dihancurkan.

Serangan ini disebut membuat Teheran kehilangan kemampuan memproduksi kembali rudal dan drone tempur dalam waktu cepat. Bahkan, AS memperkirakan Iran membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan industri militernya.

Cooper juga mengingatkan soal serangan ratusan rudal Iran ke Israel tahun lalu. Namun kini, menurutnya, Iran sudah tidak lagi mampu melakukan serangan serupa karena fasilitas peluncur dan rantai logistik mereka telah dihancurkan secara efektif.

Tak hanya menghajar sektor rudal, Operation Epic Fury juga menargetkan kekuatan maritim Iran.

Penilaian militer AS menyebut Angkatan Laut Iran mengalami kerusakan sangat parah. Bahkan, Pentagon memperkirakan Teheran membutuhkan waktu lima hingga sepuluh tahun hanya untuk mulai membangun kembali kekuatan lautnya.

Kondisi ini dinilai menjadi pukulan besar bagi ambisi geopolitik Iran di Teluk dan kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald J Trump dan pemerintahannya kembali menegaskan garis keras Washington terhadap Iran.

Operation Epic Fury disebut dirancang bukan hanya untuk menghancurkan kemampuan balistik Iran, tetapi juga memutus seluruh infrastruktur yang berpotensi menopang program nuklir Teheran.

Pentagon mengklaim target-target utama terkait kemampuan strategis Iran berhasil dihancurkan lewat serangan presisi tinggi.

AS juga mengklaim operasi tersebut membuat jaringan kelompok proksi Iran di Timur Tengah melemah drastis.

Kelompok seperti Hamas, Hezbollah, hingga Houthi disebut kini kehilangan jalur suplai senjata dan dukungan finansial dari Teheran.

Laksamana Cooper memastikan tidak ada lagi aliran perlengkapan militer maupun bantuan logistik Iran kepada kelompok-kelompok tersebut.

Di tengah eskalasi besar itu, Washington justru mengklaim hubungan militernya dengan negara-negara Arab semakin solid.

Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, hingga Yordania disebut memainkan peran penting dalam keberhasilan operasi militer terbesar AS di kawasan dalam beberapa tahun terakhir.

Cooper juga menyoroti koordinasi erat dengan Israel yang disebut menjadi faktor krusial di balik suksesnya Operation Epic Fury.

“Keberhasilan ini mustahil tercapai tanpa dukungan sekutu regional,” ujarnya. (Mun)

TRENDING