Connect with us

EKBIS

Pembangunan PLTA Batoq Kelo Berkapasitas 300 MW Resmi Dimulai

Aktualitas.id -

Prosesi peletakan batu pertama proyek PLTA Batoq Kelo kapasitas 300 MW, digelar di Samarinda, Senin (25/5/2026). (Antara/Ahmad Rifandi).

AKTUALITAS.ID – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo jadi salah satu instrumen pemerintah untuk mempercepat pencapaian target emisi nol bersih sebelum tahun 2060.

Proyek pembangunan PLTA Batoq Kelo berkapasitas 300 Megawatt (MW) di Provinsi Kalimantan Timur resmi mulai dibangun.

“Ini adalah proyek tenaga terbarukan terbesar di Kalimantan Timur saat ini,” kata Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo saat kegiatan peletakan batu pertama PLTA Batoq Kelo, digelar di Samarinda, Senin (25/5/2026).

Langkah ini, kata dia, sangat krusial dalam upaya membangun kemandirian energi Indonesia di tengah ancaman krisis geopolitik global yang sering dapat memicu kelangkaan pasokan bahan bakar minyak.

Ia juga mengapresiasi dedikasi investor yang rutin mengunjungi lokasi berjarak 600 kilometer dari Samarinda guna memastikan keberhasilan nilai investasi hampir Rp13 triliun tersebut.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan PLTA Batok Kelo di Mahakam Ulu, Kaltim, merupakan pembangkit hidro dengan biaya produksi yang secara nyata sangat bersaing melawan energi batu bara.

Darmawan optimistis konstruksi infrastruktur energi yang menelan dana hingga 700 juta dolar AS tersebut bisa diselesaikan secara optimal lebih cepat dari target awal lima tahun.

“Kehadiran mega proyek energi hijau ini juga mampu membuka banyak lapangan kerja baru pada sektor pekerjaan sipil yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar,” kata dia.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyambut proyek ini karena selaras dengan visi menjadikan provinsi tersebut sebagai barometer utama perdagangan karbon di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Rudy, PLTA Batoq Kelo di wilayah Kabupaten Mahakam Hulu ini tidak hanya akan menerangi kawasan perkotaan tetapi juga mampu menjangkau area terpencil.

“Pembangunan PLTA kapasitas besar ini turut diiringi oleh pembukaan akses jalan raya sepanjang 122 kilometer serta jembatan 120 meter yang segera menghubungkan Kalimantan Utara dan Provinsi Kalimantan Barat,” ungkap Rudy.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen untuk menjaga iklim investasi kondusif pada sektor hijau demi memberikan dampak kesejahteraan yang positif bagi masyarakat lokal.

(Ari Wibowo/goeh)

Continue Reading

TRENDING