NASIONAL
Wamen LH Dorong Teknologi Hijau Perkuat Program Prioritas Presiden
AKTUALITAS.ID – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) siap mendukung berbagai inovasi teknologi hijau yang dapat menunjang pelaksanaan program prioritas Presiden secara berkelanjutan. Dukungan diberikan terhadap teknologi yang memenuhi standar dan baku mutu lingkungan serta mampu mendorong pembangunan tanpa mengorbankan kelestarian alam.
“Teknologi apa pun, asalkan sesuai dengan baku mutu dan standar yang ada, semua bisa kita dukung. Tujuannya adalah mencari teknologi yang sustainable dan mendukung pembangunan,” kata Diaz saat menghadiri ajang Invirotech 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan energi dan aktivitas industri yang terus berkembang. Karena itu, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Diaz mengatakan KLH juga berkomitmen mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui penerapan pengamanan lingkungan pada setiap tahap pelaksanaannya.
Sebagai contoh, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menerapkan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi. Di SPPG Labuan Bajo, limbah organik dan minyak jelantah dikelola sehingga dapat dimanfaatkan kembali dan tidak menjadi sumber pencemaran.
Sementara itu, SPPG di kawasan Halim, Jakarta, telah memanfaatkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang didukung KLH. Air hasil pengolahan yang telah memenuhi baku mutu lingkungan digunakan untuk mengairi lahan pertanian di sekitar lokasi.
“Air limbah yang sudah memenuhi baku mutu dimanfaatkan untuk irigasi sawah di sampingnya. Sawah itu sudah tiga kali panen. Artinya, jika program ini dikelola dengan baik, maka bisa mendukung ketahanan pangan dan menciptakan circularity yang baik,” ujarnya.
Menurut putra mantan Kepala BIN itu, keberhasilan pemanfaatan limbah tersebut menunjukkan program pemerintah dapat berjalan seiring dengan prinsip ekonomi sirkular. Melalui pendekatan itu, limbah tidak hanya dikurangi, tetapi juga diolah kembali menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.
Selain itu, lanjut Diaz, berbagai inovasi yang dipamerkan dalam Invirotech 2026 berpotensi memperkuat keterhubungan antar sektor dalam ekosistem ekonomi sirkular, mulai dari pengelolaan limbah, pemanfaatan sumber daya secara efisien, hingga dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
“Jadi inovasi-inovasi hari ini itu sangat berguna untuk meng-connect link dalam mata rantai ekosistem circularity ini, dan program-program prioritas Bapak Presiden bisa berjalan dengan ramah lingkungan,” kata Diaz. (Micko)
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBUNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBBNPB: Karhutla Sumsel Paling Luas di 6 Provinsi
-
NASIONAL18/09/2026 16:00 WIBSumail Abdullah Dorong Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino terhadap Produksi Pangan
-
NASIONAL18/09/2026 22:00 WIBPimpin DPR: Jangan Ada Kapal Berlayar Tanpa SOP
-
DUNIA18/09/2026 15:00 WIBTakut Malaka Jadi Hormuz, Thailand Bikin Terusan Rp547 T
-
DUNIA18/09/2026 18:00 WIBUNAIDS: Infeksi HIV Fiji Naik 12 Kali Lipat
-
NASIONAL18/09/2026 19:00 WIBPencarian Dihentikan, PFI: Dedikasi Mereka Tak Akan Hilang
-
POLITIK18/09/2026 20:00 WIB8 Parpol Nonparlemen Kompak Tolak PT 5 Persen

















