POLITIK
Pengamat Sebut Safari Politik Jokowi untuk Cek Popularitas Usai Lengser
AKTUALITAS.ID – Pengamat politik Hendri Satrio menilai safari politik Joko Widodo bukan sekadar agenda kunjungan politik, tetapi juga upaya menguji dukungan publik sekaligus membaca kekuatan elektoral setelah tidak lagi menjabat.
“Memang ada misi pribadi menurut saya di Pak Jokowi. Yang pertama, mungkin dia ingin mengetes popularitas dia, kemudian dia ingin melihat juga dampak elektoral buat dirinya bagaimana,” kata Hendri Satrio kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya Lampung dipilih sebagai titik awal safari politik karena dianggap sebagai salah satu kantong suara Jokowi. Karena wilayah tersebut relatif aman untuk mengukur respons publik terhadap manuver politik tersebut.
“Lampung tuh sebetulnya kan memang salah satu kantong suaranya Pak Jokowi,” ujarnya.
Selain itu, Hendri yang juga pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI menilai pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa pertimbangan. Setiap langkah politik Jokowi dinilai memiliki kalkulasi tertentu terkait pembacaan situasi publik.
Selain aspek elektoral, Hendri juga menilai safari politik Jokowi berkaitan dengan kesiapan menghadapi dinamika politik keluarga ke depan, dan faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan dalam konteks politik Indonesia.
“Dia juga harus berhitung tentang keselamatan dan kesiapan keluarganya di politik Indonesia,” kata dia.
-
NASIONAL30/06/2026 07:00 WIBTB Hasanuddin: Latihan Militer Kopdes Telan Rp30 Juta/Orang
-
NUSANTARA30/06/2026 13:30 WIBJangan Nekat! Jalur Pendakian Merapi Masih Ditutup Total
-
NASIONAL29/06/2026 23:00 WIBGarnita NasDem Desak Negara Maksimalkan Perlindungan Korban Kasus YTR
-
JABODETABEK30/06/2026 06:30 WIBLayanan SIM Keliling Dibuka di 5 Wilayah Jakarta
-
POLITIK30/06/2026 16:00 WIBPengamat: Rivalitas Jokowi dan PDIP Kian Terbuka Jelang 2029
-
OASE30/06/2026 05:00 WIBTernyata Bulan Dibahas Puluhan Kali dalam Al-Qur’an
-
JABODETABEK30/06/2026 05:30 WIBBMKG Ingatkan Cuaca Jakarta Dinamis
-
NASIONAL30/06/2026 16:21 WIBRieke Diah Pitaloka Kritik Inpres Koperasi Merah Putih, dan Penugasan PT Agrinas

















