Connect with us

POLITIK

Safari Politik Jokowi Sengaja Ganggu Zona Nyaman Partai Mapan

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia, Saiful Anam, menilai pemilihan Lampung sebagai tujuan safari politik memiliki makna strategis. Pasalnya, provinsi tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki basis kekuatan Partai Gerindra sekaligus menyimpan akar dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang cukup kuat.

“Ini bukan sekadar safari politik biasa untuk membesarkan partai baru menuju 2029, melainkan sebuah penegasan status sebagai kingmaker yang siap mendisrupsi zona nyaman partai partai mapan. Lanskap politik Lampung yang tadinya stabil kini dipaksa membaca ulang arah angin kekuasaan yang dibawa oleh sang mantan presiden,” kata Saiful dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (1/7/2026).

BACA JUGA  Syarat Rekonsiliasi, Amien Rais: Jatah Menteri 45 Persen dan Adopsi Program Prabowo

Menurutnya, Jokowi tetap memiliki daya tarik politik yang mampu mengubah dinamika percakapan publik, meski sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara. Kehadirannya di daerah yang memiliki nilai strategis dinilai selalu memunculkan pembacaan politik baru dari berbagai kalangan.

Saiful juga menyoroti pendekatan politik Jokowi yang kerap mengedepankan simbol simbol budaya lokal ketika melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Strategi tersebut, kata dia, bukan hanya memperkuat kedekatan dengan masyarakat, tetapi juga menghadirkan pesan politik yang mudah menjadi perhatian publik.

“Di satu sisi, langkah ini memperlihatkan kelihaian dalam merangkul identitas kultural daerah. Namun di sisi lain, ia menyisipkan ketajaman pesan yang membuat para elite di Jakarta terpaksa menghitung ulang kalkulasi politik mereka,” ujarnya.

BACA JUGA  Jokowi Bantah Keras Sering Telepon Prabowo Malam Hari

Dirinya menilai keberanian Jokowi mendatangi daerah yang memiliki basis politik kuat memperlihatkan posisi tawar mantan presiden itu masih cukup besar dalam percaturan politik nasional. Kondisi tersebut dinilai memperlihatkan pengaruh politik Jokowi belum sepenuhnya surut setelah lengser dari kursi kepresidenan.

Saiful juga menyinggung perdebatan yang berkembang di ruang publik terkait sejumlah simbol politik yang muncul selama kunjungan Jokowi ke Lampung. Menurutnya, polemik mengenai makna simbol tersebut akan terus menjadi bahan diskusi, terlepas dari ada atau tidaknya hubungan langsung dengan dinamika politik nasional.

“Pro dan kontra mengenai apakah peristiwa di Lampung itu merupakan bentuk kesombongan politik atau sekadar penghormatan adat akan terus menggelinding di ruang publik. Dalam politik praktis, persepsi sering kali jauh lebih kuat daripada fakta itu sendiri,” ucapnya.

BACA JUGA  Pengamat Politik: Suara Prabowo Mulai Tergerus Dampak Bergabung Dengan Jokowi

Pada akhirnya, Saiful menilai publik telah menangkap pesan politik yang cukup jelas dari safari tersebut.

“Pesan yang ditangkap publik sudah terlanjur solid. Jokowi tengah mengonsolidasikan kekuatan baru, bergerak tanpa beban masa lalu, dan siap menghadapi siapa pun yang mencoba menghalangi jalan konsolidasi politiknya ke depan,” tuturnya.

TRENDING