Connect with us

EKBIS

IHSG Bangkit Lagi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali membuka perdagangan di zona hijau pada Kamis (23/7/2026). Setelah reli panjang terhenti sehari sebelumnya, pasar langsung menunjukkan sinyal pemulihan dengan dorongan dari saham-saham sektor energi dan komoditas.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.02 WIB, IHSG menguat 0,15% ke level 6.343,67.

Sebanyak 268 saham menguat, 171 saham melemah, sementara 526 saham bergerak stagnan. Saham-saham seperti BUMI, ESSA, dan MEDC menjadi salah satu penggerak utama penguatan pada awal perdagangan.

Nilai transaksi pada menit-menit awal mencapai Rp140,2 miliar dengan volume 311,5 juta saham yang diperdagangkan dalam 32.820 transaksi, mencerminkan aktivitas investor yang mulai kembali meningkat.

BACA JUGA  Jumat Pagi, IHSG Dibuka Turun 10 Poin Level 6.337

Memasuki perdagangan beberapa menit berikutnya, IHSG masih bertahan di zona positif di kisaran 6.346. Jumlah saham yang menguat tetap mendominasi dibandingkan yang melemah, sementara nilai transaksi melonjak hingga sekitar Rp627 miliar dengan volume perdagangan mencapai 2,1 miliar lembar saham.

Pelaku pasar masih merespons keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI Rate di level 5,25%, sesuai ekspektasi pasar.

Keputusan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas pasar keuangan domestik meski belum cukup kuat menarik arus modal asing kembali masuk secara besar-besaran.

Meski IHSG kembali menguat, investor asing pada perdagangan sebelumnya masih mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp920,3 miliar di pasar reguler.

BACA JUGA  Jelang Akhir Pekan,IHSG Jumat Ditutup Melesat ke Level 7.382

Aksi jual terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti DSSA, BBRI, ASII, TPIA, dan AMMN.

Namun di sisi lain, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham seperti APIC, TINS, ANTM, BNBR, dan BUMI, yang mengindikasikan adanya rotasi investasi ke sektor tertentu.

Dari eksternal, investor tetap mewaspadai penguatan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kondisi tersebut membuat aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, masih berlangsung secara selektif.

Selain itu, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi global yang diperkirakan menjadi katalis baru bagi arah pergerakan bursa dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA  IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Ini Sektor dan Saham yang Menguat

Meski demikian, pergerakan IHSG pada awal perdagangan tidak menjamin arah hingga penutupan pasar. Dinamika perdagangan masih dapat berubah mengikuti sentimen domestik, perkembangan ekonomi global, serta aktivitas beli dan jual investor sepanjang sesi perdagangan. (Firman/Mun)

TRENDING