Connect with us

DUNIA

Israel Gali Parit Buaya di Penjara Palestina

Aktualitas.id -

Ilustrasi buaya, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Sebuah laporan dari media Israel memicu perhatian internasional setelah menyebut adanya proyek pembangunan parit di Penjara Ketziot yang disebut-sebut akan diisi buaya sebagai bagian dari sistem pengamanan. Hingga kini, keberadaan buaya di lokasi tersebut belum dikonfirmasi, namun persiapan proyek dikabarkan sedang berlangsung.

Media Israel Yedioth Ahronoth, sebagaimana dikutip Middle East Monitor, melaporkan bahwa petugas tengah menggali parit sepanjang sekitar 170 meter di kompleks Penjara Ketziot, salah satu fasilitas penahanan dengan tingkat keamanan tinggi di Israel.

Menurut seorang pejabat di wilayah Ramat Negev, lokasi penjara tersebut, parit dibangun di bagian dalam kompleks penjara dan mengelilingi salah satu sayap khusus sehingga tidak terlihat dari luar.

BACA JUGA  UEFA Siap Voting, Israel Terancam Didepak dari Kompetisi Sepak Bola Internasional

“Tidak ada yang tahu apakah benar-benar akan ada buaya di sana, tetapi persiapan sedang dilakukan,” ujar pejabat tersebut sebagaimana dikutip dalam laporan.

Laporan itu juga menyebut bahwa apabila proyek tersebut direalisasikan, Dinas Penjara Israel akan bertanggung jawab atas pemeliharaan, pengawasan, dan penanganan buaya, termasuk memberikan pelatihan khusus kepada petugas penjara.

Rencana tersebut muncul setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup Israel, Idit Silman, mengklasifikasikan buaya Nil sebagai “hewan liar yang dijinakkan”. Kebijakan itu disebut berbeda dengan pandangan sejumlah penasihat hukum kementerian dan pakar satwa liar.

Langkah tersebut justru mendapat dukungan dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang menyebut keputusan itu membuka jalan bagi dimulainya proyek percontohan tersebut.

BACA JUGA  PM Pakistan Ditekan Negara Lain untuk Akui Israel

“Siapa pun yang mengira ini hanya sebuah aksi publisitas tentu salah,” kata Ben-Gvir.

Penjara Ketziot dikenal sebagai salah satu penjara terbesar dan berkeamanan tinggi di Israel. Fasilitas tersebut selama bertahun-tahun digunakan untuk menahan warga Palestina dari Jalur Gaza maupun Tepi Barat.

Menurut data lembaga yang memantau tahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel meningkat tajam sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023. Lembaga tersebut menyebut jumlah tahanan meningkat sekitar 83 persen, menjadi lebih dari 9.600 orang dibandingkan sebelum konflik berlangsung.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi bahwa buaya telah ditempatkan di Penjara Ketziot. Informasi yang beredar masih mengacu pada laporan media mengenai persiapan proyek dan pernyataan para pejabat terkait. Rencana tersebut telah memicu perhatian dan perdebatan karena dinilai tidak lazim dalam sistem pengamanan lembaga pemasyarakatan. (Mun)

TRENDING