Connect with us

DUNIA

2 Bom Meledak Sehari Usai Pelantikan Presiden Kolombia

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kursi kepresidenan Kolombia mendadak membara. Hanya berselang 24 jam setelah Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia pada Jumat, negara tersebut langsung dihantam dua serangan bom terpisah yang menewaskan satu petugas polisi dan melukai sejumlah lainnya pada Sabtu (9/8/2026).

Aksi teror ini menjadi sinyal perang terbuka dari kelompok gerilyawan terhadap De la Espriella, sosok pemimpin sayap kanan garis keras yang mengagumi gaya kepemimpinan Donald Trump dan Nayib Bukele. Dalam kampanyenya, ia bersumpah akan memberangus “narkoterorisme tanpa gencatan senjata” serta menyapu bersih opsi perundingan damai.

Gertakan balasan dari kelompok pemberontak pun pecah seketika. Pada Sabtu dini hari, kelompok pembangkang gerilyawan FARC meledakkan gerbang tol yang sedang dibangun di kawasan Santander de Quilichao, dekat kota Cali. Dua petugas keamanan dilaporkan mengalami luka-luka.

BACA JUGA  Terlibat Bom Makasar, 31 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88

Serangan tersebut didalangi oleh kelompok komando Ivan Morodisco, pimpinan gerilyawan paling dicari di Kolombia yang secara tegas menolak kesepakatan damai 2016.

Tak berhenti di situ, pembantaian lebih mengerikan terjadi di Departemen Cesar, wilayah utara yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari lokasi pertama. Sebuah drone bermuatan bahan peledak dijatuhkan tepat di atas kantor polisi setempat. Hantaman bom udara ini menewaskan satu personel polisi dan melukai beberapa petugas lainnya.

Merespons teror berdarah yang mengguncang awal masa jabatannya, Presiden De la Espriella langsung melempar ancaman balik dan menegaskan tidak akan mundur satu langkah pun.

“Menyerang infrastruktur negara sama dengan menyerang kemajuan. Kepada pihak yang bertanggung jawab, saya sampaikan pesan tegas: tidak akan ada tempat persembunyian, tidak ada keringanan hukuman, dan tidak ada impunitas,” tegas De la Espriella melalui akun media sosialnya.

BACA JUGA  Polisi Masih Selidiki Insiden Bom Tas di Bengkulu

Kini, Kolombia berada di ambang eskalasi konflik fisik secara masif. Gaya konfrontatif De la Espriella dipastikan bakal berbenturan langsung dengan kelompok gerilyawan dan sindikat penyelundup narkoba yang siap melayani perang terbuka di seluruh penjuru negeri. (Mun)

TRENDING