DUNIA
Drone Houthi Hantam Kilang Aramco
AKTUALITAS.ID – Konflik Yaman kembali memanas. Kelompok Houthi mengklaim melancarkan serangan menggunakan dua drone yang menargetkan fasilitas minyak milik Saudi Aramco di wilayah Jizan, Arab Saudi bagian selatan.
Klaim tersebut disampaikan kantor berita yang berafiliasi dengan Houthi, Saba, dan dikutip AFP pada Jumat (14/8/2026). Houthi menyatakan dua drone berhasil mencapai sasaran di fasilitas minyak Aramco.
“Seorang sumber militer mengonfirmasi bahwa Angkatan Bersenjata Yaman menargetkan kilang minyak Aramco di wilayah Jizan menggunakan dua drone,” demikian laporan Saba.
Houthi menyebut serangan tersebut sebagai respons atas apa yang mereka tuduhkan sebagai pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Yaman oleh Saudi, khususnya di wilayah Saada dan Hajjah.
Kelompok yang didukung Iran itu juga memperingatkan akan memberikan respons terhadap tindakan yang mereka anggap sebagai agresi terhadap Yaman.
Hingga laporan ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai klaim Houthi tersebut. Karena itu, keberhasilan serangan dan dampak kerusakan terhadap fasilitas Aramco belum dapat diverifikasi secara independen.
Namun, klaim tersebut kembali menyoroti ancaman terhadap infrastruktur energi Saudi di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Situasi Yaman sebelumnya relatif mereda setelah gencatan senjata antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta didukung Saudi. Namun, ketegangan kembali meningkat seiring meluasnya konflik di kawasan.
Pada Juli 2026, Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan mengklaim menyerang kapal tanker Saudi yang melintas di Laut Merah.
Ancaman kemudian meluas ke fasilitas energi. Pada Minggu (9/8), Houthi juga mengklaim telah menyerang fasilitas minyak Saudi di pesisir Laut Merah sebagai respons atas dugaan pengiriman drone Saudi ke wilayah barat laut Yaman.
Ancaman terhadap fasilitas minyak dan jalur pelayaran Saudi muncul ketika kawasan Teluk menghadapi tekanan keamanan yang semakin besar.
Di sisi lain, Iran dilaporkan memberlakukan blokade terhadap Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu pintu utama lalu lintas energi dunia.
Jika serangan terhadap fasilitas energi dan kapal tanker terus berlanjut, risiko gangguan terhadap distribusi minyak regional berpotensi meningkat.
Perkembangan tersebut membuat Laut Merah dan Selat Hormuz kembali menjadi dua titik rawan yang menjadi perhatian dunia. Ketegangan di kawasan kini bukan hanya menyangkut konflik bersenjata, tetapi juga keamanan energi dan jalur perdagangan global. (Mun)
-
JABODETABEK14/08/2026 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jakarta Jumat Aman untuk Aktivitas
-
OASE14/08/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Turunkan Ayat Penyembuh
-
NUSANTARA14/08/2026 07:30 WIBRatusan Pelajar Diduga Keracunan MBG di Karo
-
RIAU14/08/2026 16:30 WIBTolak Berhubungan Badan, IRT Tewas Dicekik Doorsmeer
-
NASIONAL14/08/2026 06:00 WIBWaka MPR Dorong EBT Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia
-
JABODETABEK14/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jumat Hadir di 5 Titik Jakarta
-
NASIONAL14/08/2026 11:30 WIBKetua MPR: Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
-
DUNIA14/08/2026 08:00 WIBKomandan Hamas Jadi Target Israel

















