Connect with us

NASIONAL

Erna Sari Dewi Bongkar Pentingnya Mitigasi di Tengah Sebaran Abu Krakatau

Aktualitas.id -

Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, dok: Humas DPR

AKTUALITAS.ID – Hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau secara mengejutkan dilaporkan telah mencapai wilayah Bengkulu. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat jarak yang cukup jauh antara pusat erupsi dengan pesisir barat Sumatera tersebut.

Merespons situasi ini, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu, Erna Sari Dewi, langsung angkat bicara. Ia meminta masyarakat tidak termakan isu hoaks dan tetap tenang, namun menjadikan momen ini sebagai alarm keras untuk kesiapsiagaan bencana.

“Kalau abu vulkanik sampai ke Bengkulu, masyarakat tidak perlu panik. Sebaran abu memang sangat dipengaruhi oleh kondisi angin dan atmosfer di ketinggian tertentu,” tegas Erna merujuk pada konfirmasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BACA JUGA  Abu Anak Krakatau Mengarah ke 3 Kabupaten Ini

Menurutnya, prioritas saat ini adalah memastikan masyarakat mendapat informasi akurat dari pintu resmi seperti BMKG, PVMBG, dan BNPB, terkait sebaran abu dan dampaknya terhadap kesehatan.

Lebih lanjut, Erna menyoroti letak geografis Bengkulu yang berada di zona tektonik aktif. Ia secara tegas menepis rumor yang mengaitkan aktivitas Anak Krakatau dengan potensi gempa bumi megathrust di Bengkulu.

“Jangan sampai erupsi Anak Krakatau kemudian dikaitkan secara langsung dengan akan terjadinya gempa di Bengkulu. Secara ilmiah, itu tidak bisa disimpulkan seperti itu. Tetapi, kita juga tidak boleh mengabaikan fakta bahwa Bengkulu memang kawasan rawan gempa dan tsunami,” papar Erna, Senin (7/9/2026).

BMKG sendiri mencatat riwayat aktivitas seismik yang tinggi di wilayah ini, termasuk gempa M5,3 di Bengkulu Selatan pada Mei 2026.

BACA JUGA  Senin Pagi Abu Krakatau Menyebar Dua Lapisan

Erna mendesak pemerintah pusat dan daerah segera mengevaluasi total sistem mitigasi bencana di Bengkulu. Ia mengkritik keras praktik mitigasi yang kerap hanya menjadi formalitas.

“Mitigasi tidak boleh berhenti pada seremoni atau simulasi sesekali! Sistem peringatan dini harus diperkuat, jalur evakuasi harus jelas, bangunan harus tahan gempa,” desaknya.

Politisi ini juga mengingatkan warga pesisir Bengkulu untuk menanamkan kewaspadaan sebagai budaya sehari-hari. Jika terjadi gempa kuat dengan durasi lama, evakuasi mandiri ke tempat tinggi harus otomatis dilakukan tanpa menunggu instruksi.

“Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan saat bencana itu tiba, kita tidak dalam kondisi buta dan tidak siap,” pungkasnya. (Mun)

BACA JUGA  Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Ditutup Hingga Minggu Siang

TRENDING