Connect with us

NUSANTARA

BMKG: Musim Hujan Tertunda

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – September belum menjadi tanda berakhirnya kemarau di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 564 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 80,7 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau pada dasarian I September 2026.

Kondisi kering bahkan masih diperkuat El Niño dengan intensitas sangat kuat. BMKG mencatat anomali suhu muka laut wilayah Niño 3.4 mencapai +2,76°C, sementara 1.637 titik mengalami hari tanpa hujan ekstrem lebih dari 60 hari berturut-turut.

BMKG memprediksi curah hujan tinggi mulai muncul secara bertahap pada Oktober hingga November 2026. Namun, masyarakat diminta tidak menganggap Oktober sebagai tanggal serentak masuk musim hujan karena setiap ZOM memiliki waktu peralihan berbeda.

BACA JUGA  BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Petir Selasa

Bahkan, prakiraan dasarian menunjukkan periode September II hingga Oktober I masih didominasi curah hujan rendah hingga menengah. Sejumlah wilayah juga masih berpeluang mengalami curah hujan di bawah 50 milimeter per bulan sepanjang Oktober.

Sebelumnya, BMKG memprediksi puncak kemarau 2026 paling banyak terjadi pada Agustus. Namun, 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mencapai puncak kemarau pada September.

Artinya, turunnya hujan sesekali belum otomatis menandakan musim hujan telah tiba. Awal musim ditentukan berdasarkan pola curah hujan yang lebih konsisten di masing-masing wilayah.

Dengan El Niño yang masih sangat kuat dan kondisi atmosfer kering, Oktober hingga November menjadi periode penting untuk memantau perubahan dari kemarau menuju musim hujan. BMKG juga mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai hujan lokal dan angin kencang di tengah dominasi atmosfer kering. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  Dampak Bibit Siklon 94W, Perairan Talaud dan Sangihe Terancam Gelombang Tinggi

TRENDING