EKBIS
Rupiah Sendirian di Zona Merah Asia
AKTUALITAS.ID – Nasib nahas menimpa mata uang Garuda di awal pekan. Saat seluruh mata uang di kawasan Asia kompak perkasa membantai dolar Amerika Serikat (AS), nilai tukar rupiah justru menjadi satu-satunya korban yang terseret ke zona merah pada perdagangan Senin (21/9/2026) pagi.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah ke level Rp17.791 per USD, terdepresiasi 33 poin atau sekitar 0,19% dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.758 per USD. Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di level Rp17.740 per USD.
Tekanan berat yang dialami rupiah tak lepas dari tingginya ketidakpastian global serta memanasnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Di saat bersamaan, indeks dolar AS (DXY) masih bertahan kokoh di atas level 100,25 setelah bank sentral AS, The Fed, memberi sinyal kuat bakal kembali menaikkan suku bunga acuan pada Oktober mendatang.
Beda Nasib: Rupiah Merana, Mata Uang Asia Lain Pesta Pora
Merujuk data Refinitiv hingga pukul 09.33 WIB, dari 10 mata uang utama Asia yang dipantau, sembilan di antaranya berhasil menguat melawan greenback. Rupiah menjadi satu-satunya mata uang yang terkoreksi paling dalam hingga 0,28% ke posisi Rp17.780 per USD.
Berikut perbandingan performa mata uang Asia terhadap dolar AS pagi ini:
| Mata Uang Negara Asia | Pergerakan terhadap Dolar AS | Posisi / Kurs |
|---|---|---|
| Baht Thailand | Menguat 0,09% | THB 33,28 |
| Peso Filipina | Menguat 0,09% | PHP 62,767 |
| Won Korea Selatan | Menguat 0,06% | — |
| Dong Vietnam | Menguat 0,05% | — |
| Dolar Taiwan | Menguat 0,04% | — |
| Yen Jepang | Menguat 0,03% | — |
| Yuan China | Menguat 0,03% | — |
| Dolar Singapura | Menguat 0,03% | — |
| Ringgit Malaysia | Menguat 0,02% | — |
| Rupiah Indonesia | Melemah 0,28% | Rp17.780 |
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober mendatang kini melonjak tajam ke angka 55%, naik dari pekan sebelumnya yang sebesar 42,5% menurut data CME FedWatch. Sentimen ini terus memicu tekanan bagi mata uang negara berkembang. (Firman/Mun)
-
NASIONAL06/11/2026 06:00 WIBAksi Seribu Lilin, LPI DesakBongkar Otak di Balik Penyadapan Prabowo
-
POLITIK06/11/2026 07:00 WIBKursi Wapres Digoyang, Ayah Gibran: Hormati Hukum
-
NASIONAL06/11/2026 05:00 WIBDKPP Resmi Lantik 228 Pengawas Etik Pemilu se-Indonesia
-
NASIONAL06/11/2026 15:30 WIBStudi ke Vietnam, P4N Angkatan LXX Lemhannas Dalami Strategi Ekonomi dan Energi
-
EKBIS06/11/2026 10:00 WIBGurita Bisnis Berjatuhan, Harta Gibran Malah Meroket Tembus Rp27,9 Miliar
-
DUNIA06/11/2026 08:00 WIBDonasi Raksasa Musk Tak Selamatkan Republik
-
NASIONAL06/11/2026 09:00 WIBCak Imin: Kapolri Selamatkan Marwah Presiden
-
NASIONAL06/11/2026 11:00 WIBKepala Bakom: Pelaku Penyadapan Presiden Adalah Pengkhianatan Negara
















