Connect with us

DUNIA

Inggris Bersiap Hadapi Ancaman Perang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Peringatan sangat serius dan mencekam datang dari Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting. Ia secara terbuka membunyikan alarm darurat, meminta seluruh warga negaranya untuk bersiap menghadapi kemungkinan pecahnya perang di Eropa dalam kurun waktu 1.000 hari ke depan. Tak main-main, warga juga diserukan untuk mulai menimbun persediaan bahan makanan dan minuman guna mengantisipasi krisis pangan.

Melalui tulisannya di The Telegraph pada Sabtu (24/10/2026), Streeting memprediksi bahwa kekuatan militer dan ekonomi perang dari musuh-musuh Inggris akan mencapai kapasitas puncaknya untuk melancarkan serangan pada tahun 2030. Praktis, Inggris bersama negara-negara aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hanya memiliki sisa waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk mematangkan persiapan militer. “Untuk mencegah skenario terburuk, kita harus bersiap menghadapinya,” tegas Streeting.

BACA JUGA  Dampak Wabah Corona, Waketum PAN ajak Masyarakat Gotong Royong Hadapi Krisis Pangan

Ancaman yang dihadapi bukan isapan jempol belaka. Kepada BBC, Streeting membeberkan bahwa level ancaman yang dihadapi Inggris saat ini adalah yang terbesar sepanjang hidupnya. Risiko tersebut mencakup peperangan konvensional, serangan siber, kejahatan terorganisasi, hingga ancaman pada infrastruktur krusial, yang menurutnya tidak cukup lagi digambarkan hanya dengan istilah “perang hibrida”.

Bersamaan dengan peringatan mengerikan ini, pemerintah Inggris juga resmi meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Be Ready” (Bersiaplah). Setiap rumah tangga diimbau secara tegas untuk menyimpan stok air minum dalam kemasan, makanan yang tidak mudah busuk, hingga uang tunai agar bisa bertahan hidup minimal selama tiga hari dalam kondisi darurat. Meski pemerintah mengklaim inisiatif ini murni untuk memperkuat ketahanan nasional dan bukan karena adanya intelijen spesifik terkait serangan mendadak, pesan kesiagaan tingkat tinggi ini sukses memicu ketegangan publik secara luas. (Mun)

BACA JUGA  Solusi Ancaman Krisis Pangan Ditengah Wabah Virus Corona

TRENDING